KAB. TANGERANG – Kondisi Dermaga Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik. Kawasan yang sebelumnya sempat populer sebagai spot foto favorit warga dan pusat aktivitas UMKM, kini terlihat tidak terurus dan mengalami kerusakan di sejumlah fasilitas.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan warganet setelah unggahan akun media sosial infotangerang.id menampilkan kondisi terkini dermaga yang tampak kumuh dan sepi pengunjung. Padahal, dermaga ini sempat menjadi daya tarik wisata lokal karena keberadaannya yang berada di kawasan pesisir dan dilengkapi tenant kuliner UMKM.
Sejumlah pengguna media sosial menyebut menurunnya minat kunjungan masyarakat diduga kuat dipicu maraknya praktik pungutan liar (pungli) di sekitar lokasi. Hal itu dinilai membuat pengunjung enggan datang kembali.
“Gara-gara ulah pungli, masyarakat ogah datang,” tulis akun @zarkasihzaro di kolom komentar.
Keluhan serupa juga disampaikan akun @gada_apaapa_di_sini yang menyebut praktik pungli menjadi penghambat kemajuan daerah.
“Daerah ini gua rasa nggak bakal pernah maju, punglinya banyak banget,” tulisnya.
Tak hanya pengunjung, dampak kondisi tersebut juga dirasakan pelaku UMKM. Akun @tomyefendie menilai sepinya pengunjung berimbas langsung pada pedagang.
“Akibat pungli yang banyak, pengunjung ogah datang, UMKM jadi kena imbasnya,” tulisnya.
Sementara itu, beberapa warganet mengaku enggan berkunjung meski lokasi dermaga tergolong dekat dari tempat tinggal mereka. Selain pungli, kondisi lingkungan yang dinilai semakin kumuh juga menjadi alasan utama.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait pengelolaan Dermaga Desa Ketapang maupun langkah penanganan atas keluhan masyarakat tersebut.
Warganet pun berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar dermaga yang sempat menjadi ikon wisata lokal tersebut dapat kembali tertata, bebas dari pungli, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku UMKM setempat.
Tim Redaksi
