Beranda Opini Ramadhan Momentum Untuk Perubahan

Ramadhan Momentum Untuk Perubahan

552
0
Ilustrasi - foto istimewa prelo.co.id

Oleh: Novita Tristyaningsih, Member Aktif Menulis

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (HR Ath-Thabrani).

Ramadhan di depan mata. Bulan mulia yang dinanti umat Islam seluruh dunia. Banyak keutamaan di dalamnya, seperti pahala amal sholih dilipatgandakan, dibuka pintu kebaikan, dosa-dosa diampuni dan adanya malam lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di bulan ramadhan, seluruh umat Islam berlomba-lomba beramal sholih demi keridhaan Allah dan mendapatkan gelar taqwa.

Ramadhan bulan perjuangan. Perjuangan umat Islam menahan dirinya dari segala kemaksiatan. Menahan dirinya dari lapar dan dahaga. Pada saat itu, suasana sangat lekat dengan nilai-nilai Islam. Terwujud semangat membara untuk beramal sholih dengan menghadirkan rasa, kedekatan hubungan pada Allah terpatri dalam jiwa seorang hamba dengan penciptanya. Sehingga dorongan beramal sholih semata-mata karena Allah saja.

Ketika kita melihat sejarah orang-orang sholih terdahulu, tidak sedikit peristiwa penting telah terjadi di bulan ramadhan. Salah satunya adalah perang badar. Perang antara umat Islam dan orang-orang Quraisy setelah sebelumnya umat Islam tertindas dan diperlakukan buruk. Jika kita menggunakan logika, mustahil kemenangan berada di tangan umat Islam karena jumlah pasukan yang sedikit.

Ketika itu jumlah umat Islam sekitar tiga ratus orang saja, sedangkan orang-orang Quraisy memiliki ribuan pasukan. Sungguh pertarungan yang tidak sebanding. Akan tetapi, atas pertolongan Allah Swt kemenangan berpihak pada umat Islam. Sejatinya umat Islam pada masa itu tidak hanya menahan lapar dan dahaga, pun perang melawan orang-orang Quraisy yang pastinya butuh kekuatan dan cukup membuat lelah. Namun, lelah mereka adalah semangat untuk meraih kemenangan.

Ramadhan bulan perubahan. Perubahan ke arah kebaikan. Melakukan perubahan demi ketaatan kepada Allah SWT. Melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Melatih diri kita selama sebulan untuk melakukan berbagai ketaatan, hal itu berpengaruh terhadap kualitas ibadah kita kepada Allah sebelas bulan berikutnya. Maka, berusahalah untuk melakukan amalan-amalan terbaik di bulan ramadhan dan berdoalah agar tetap diberikan keistiqomahan.

Berbicara tentang perubahan, hendaknya perubahan ini tidak hanya menyasar pada masing-masing individu saja tetapi seluruh masyarakat dan negara. Karena di dalam Islam memancarkan peraturan universal yang menghasilkan kebaikan-kebaikan. Jika perubahan ini menyeluruh dapat mewujudkan individu bertaqwa, masyarakat dan negara yang baik menurut Syara’ maka keberkahan senantiasa Allah limpahkan di langit dan di bumi.

Maka, sambutlah ramadhan penuh keberkahan ini dengan suka cita. Jangan sia-siakan waktu yang ada, manfaatkanlah momentum ini dengan sebaik-baiknya. Bersegeralah dalam kebaikan, bersegeralah menuju ampunan Allah Swt dan bersegeralah dalam melaksanakan syari’at-Nya. Sebagaimana firman Allah Swt, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (Qs. Ali Imran: 133).

(***)