Beranda Pemerintahan Ramadan Penuh Berkah, Ulama dan Umara Binuang Pererat Silaturahmi

Ramadan Penuh Berkah, Ulama dan Umara Binuang Pererat Silaturahmi

Camat Binuang M. Abror mengunjungi salah satu tokoh masyarakat. (Istimewa)

KAB. SERANG – Sore yang teduh di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi saksi pertemuan hangat antara umara dan ulama. Sebuah perjumpaan yang bukan sekadar seremonial, melainkan silaturahmi yang sarat makna.

Camat Binuang Mamak Abror, bersama Sekretaris Camat Sutan Arief, Kasi Ekbang Sawir yang juga Ketua Pergunu Kecamatan Binuang, serta staf kecamatan Iman dan Jais, mendatangi para alim ulama dari satu titik ke titik lainnya.

Mereka tidak datang membawa agenda formal yang kaku, melainkan niat untuk mendengar dan merawat kebersamaan.

Di salah satu rumah sederhana, rombongan duduk bersila bersama Ketua MWC NU Kecamatan Binuang KH Aslahudin dan tokoh agama setempat KH Ma’ruf.

Percakapan mengalir pelan, membahas kondisi umat, harapan masyarakat, hingga peran pemerintah dalam menjaga harmoni di tengah tantangan zaman. Program “Sambang Ulama” menjadi inti dari rangkaian kegiatan Ramadan di Binuang.

Mamak Abror mengatakan, Pemerintah kecamatan sengaja mengetuk pintu para kiai dan tokoh agama sebagai bentuk penghormatan sekaligus ruang untuk menyerap aspirasi.

Tak berhenti di ruang-ruang pertemuan, kebersamaan itu berlanjut ke masjid dan musala. Sapu dan alat kebersihan diangkat, lantai-lantai rumah ibadah dibersihkan, halaman dirapikan.

Aparatur kecamatan bersama tokoh agama dan warga bergotong royong memastikan tempat ibadah nyaman bagi jemaah yang menunaikan salat dan ibadah Ramadan lainnya.

“Ramadan mengajarkan kita untuk merendahkan hati dan memperkuat ukhuwah. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, berdampingan dengan ulama,” ujar Abror di sela kegiatan, Senin (23/2/2026).

Baginya, sinergi antara pemerintah dan tokoh agama bukan hanya soal program, tetapi juga ikhtiar menjaga persaudaraan dan kerukunan.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari semangat Hubbul Wathon—cinta tanah air yang diwujudkan melalui pelayanan, kepedulian, dan kebersamaan.

Baca Juga :  DPRD: Kepala OPD Terpilih Hasil Lelang Jabatan Wajib Pahami Visi Misi Bupati Serang

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin hangat. Takjil dibagikan kepada warga yang melintas dan para jamaah yang bersiap menunaikan salat Magrib.

Senyum merekah di wajah anak-anak dan orang tua yang menerima hidangan sederhana itu. Di tengah kesibukan dan tantangan hidup, perhatian kecil seperti ini terasa begitu berarti.

Bagi masyarakat Binuang, Ramadan tahun ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merasakan kehadiran pemimpin dan ulama yang berjalan beriringan. Tentang tangan-tangan yang bersama-sama menyapu lantai musala, dan hati-hati yang saling menguatkan dalam doa.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga dan para alim ulama. Harapannya, tradisi baik tersebut tidak berhenti sebagai agenda musiman, melainkan menjadi rutinitas yang terus menyuburkan nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, dan kepedulian sosial di Kecamatan Binuang.

Di Binuang, Ramadan tahun ini terasa lebih dari sekadar bulan suci. Ia menjadi ruang pertemuan antara pemimpin dan umat, antara niat baik dan tindakan nyata.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah