
KAB. TANGERANG – Kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi kinerja perangkat daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang digelar di Hotel Holiday Inn Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, menuai kecaman luas dari masyarakat. Acara yang berlangsung beberapa waktu lalu itu dinilai berlebihan, boros, dan tidak mencerminkan kepekaan pemerintah daerah terhadap persoalan riil yang masih dihadapi warga.
Kegeraman publik kian memuncak setelah terungkap bahwa kegiatan tersebut dibiayai dari pajak rakyat dan menghadirkan hiburan musik dari band papan atas, Repvblik. Alih-alih fokus menyelesaikan persoalan mendasar, Pemkab Tangerang justru dianggap lebih sibuk menggelar acara seremonial di luar daerah dengan nuansa hiburan yang dinilai tidak mendesak.
Sejumlah warga menyoroti masih banyaknya persoalan krusial yang belum tertangani secara optimal, mulai dari kondisi jalan rusak, minimnya penerangan jalan umum (PJU), hingga aktivitas truk tambang yang kerap melanggar jam operasional. Di tengah persoalan tersebut, keputusan menggelar rapat di hotel mewah luar kota dianggap ironis, terlebih Kabupaten Tangerang dinilai telah memiliki fasilitas gedung pemerintahan yang representatif.
Gelombang kritik pun membanjiri media sosial pribadi Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (@maesyalrasyid). Kolom komentar pada unggahannya, termasuk saat penyerahan 28 unit mobil ambulans puskesmas keliling kepada kelurahan di Kabupaten Tangerang, dipenuhi protes dan sindiran tajam dari warganet.
Salah satunya datang dari akun @r****27 yang mengungkapkan berbagai keluhan masyarakat sekaligus mempertanyakan alasan rapat digelar di luar daerah. Ia menyoroti kondisi infrastruktur yang masih bermasalah dan mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran daerah. Nada serupa disampaikan akun @a********y_ yang menyindir pembangunan gapura bernilai miliaran rupiah serta rapat di hotel mewah dengan hiburan band terkenal.
Kritik juga diarahkan pada penampilan hiburan musik dalam kegiatan pemerintahan. Akun @dr mempertanyakan urgensi konser band dalam forum rakor, sementara akun @nnn menyindir minimnya publikasi kegiatan tersebut. Pernyataan paling menohok datang dari akun @p*******a yang menegaskan bahwa pajak yang dibayarkannya bukan untuk menonton konser band.
Sorotan publik semakin tajam setelah diketahui akun Instagram resmi band Repvblik diduga menghapus unggahan video penampilan mereka dalam acara tersebut. Berdasarkan penelusuran, video konser masih terlihat di akun @repvblik_ind pada Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 17.19 WIB, namun sudah tidak ditemukan lagi saat dilakukan pengecekan ulang pada pukul 22.05 WIB di hari yang sama.
Saat dikonfirmasi, Denny Bhagonk yang tercantum sebagai kontak person di bio akun @repvblik_ind mengaku tidak mengetahui alasan penghapusan video tersebut. Ia menyebut pengelolaan media sosial band bukan berada di bawah kendalinya, melainkan ditangani oleh tim manajemen lain.
Sementara itu, saat dimintai tanggapan terkait berbagai kritik yang bermunculan, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memilih irit bicara. Ia membantah anggapan bahwa kegiatan tersebut bernuansa hura-hura.
“Enggak lah, semuanya kan sudah berjalan,” ujarnya singkat saat ditemui di Pasar Kelapa Dua, Rabu (17/12/2025).
Penulis: Saepulloh
Editor: TB Ahmad Fauzi