Beranda Kesehatan Puskeswan Pandeglang Akui Kesulitan Vaksin Hewan Liar

Puskeswan Pandeglang Akui Kesulitan Vaksin Hewan Liar

Beberapa hewan peliharaan menunggu giliran divaksin di UPT Puskeswan Pandeglang

PANDEGLANG – Upaya menekan risiko rabies di Kabupaten Pandeglang masih menghadapi kendala. Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pandeglang kesulitan menjangkau hewan yang berkeliaran tanpa pemilik untuk menjalani vaksinasi rabies.

Kepala UPT Puskeswan Pandeglang, Ade Setiawan, mengakui keberadaan hewan tanpa pemilik menjadi salah satu tantangan utama dalam program vaksinasi.

“Nah, yang belum ada pemiliknya itu memang salah satu tantangan kita ke depan,” kata Ade Setiawan, Senin (28/9/2026).

Menurut Ade, petugas juga tidak bisa langsung menganggap semua hewan yang berkeliaran sebagai hewan tanpa pemilik. Sebagian anjing yang terlihat liar ternyata memiliki pemilik dan biasa digunakan warga untuk berburu.

Ia menyebut, kawasan Gunung Karang hingga Pulosari dan Labuan sebagai sejumlah wilayah yang memiliki anjing pemburu.

“Selain kucing, di Gunung Karang ada namanya anjing pemburu. Di beberapa wilayah seperti Pulosari, Labuan,” ujarnya.

Ade juga menemukan kasus anjing pemburu maupun monyet yang berkeliaran, tetapi masih memiliki pemilik.

“Ada anjing pemburu, walaupun anjing liar atau monyet liar itu ada pemiliknya,” katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari cara agar hewan tanpa pemilik tetap masuk dalam sasaran vaksinasi.

Ade mengatakan, pihaknya akan terus mencari langkah untuk menjangkau hewan-hewan tersebut.

“Ya, itu tantangan kita ke depan, bagaimana supaya itu juga bisa dilakukan vaksinasi,” tegasnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd