Beranda Pemerintahan PUPR Pandeglang Mulai Garap 9 Paket Pekerjaan Fisik

PUPR Pandeglang Mulai Garap 9 Paket Pekerjaan Fisik

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Asep Rahmat. (ist)

PANDEGLANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang mulai menggarap 9 paket pekerjaan fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sembilan paket pekerjaan itu terdiri dari pembangunan jalan, jembatan gantung dan rehab irigasi.

Kepala DPUPR Pandeglang, Asep Rahmat mengatakan, sembilan paket pekerjaan yang saat ini sedang dikerjakan di antaranya 3 paket jalan, 3 paket pekerjaan jembatan gantung dan 3 paket pekerjaan rehab irigasi.

“Dua paket pekerjaan jalan di Kecamatan Pagelaran, 1 paket pekerjaan jalan di Kecamatan Cimanggu. Kalau paket pekerjaan jembatan gantung itu berada di Kecamatan Cikeusik, Pagelaran dan Patia, sedangkan untuk rehab irigasi berada di Kecamatan Jiput, Cimanuk dan Cipeucang,” jelas Asep saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/3/2021).

Asep membeberkan, untuk anggaran yang digunakan saat ini semuanya bersumber dari DAK pusat. Kata dia, anggaran untuk ruas jalan Pagelaran – Pasirkadu sebesar Rp3 miliar berdasarkan pagu, Babakan Mesjid – Pagelaran Rp6,5 miliar berdasarkan pagu dan ruas jalan Pasir nangka – Air Jeruk sebesar Rp9,18 miliar berdasarkan pagu.

Pengerjaan jembatan Gantung Cikeusik pagunya sebesar Rp1,425 miliar, jembatan gantung Pagelaran pagunya Rp950 juta dan jembatan gantung Patia pagunya sebesar Rp770 juta. Sedangkan untuk rehab jaringan irigasi Cibentrang/Citengah seluas 261 hektar dengan pagi Rp996, daerah irigasi Cimuncang seluas 103 hektare dengan pagu Rp624 juta dan daerah irigasi Cinambul seluas 100 hektare dengan Rp786 juta.

“Untuk irigasi rata-rata pengerjaannya sudah 70 persen bahkan ada yang sudah 100 persen, kalau pengerjaan fisik jalan rata-rata 15 persen dan pengerjaan jembatan baru 10 persen,” bebernya.

Menurut Asep, ada beberapa kendala yang dihadapi selama proses pelaksanaan baik kendala teknis, non teknis hingga faktor alam sehingga membuat beberapa pekerjaan progresnya lumayan lambat.

“Hambatannya ada karena non teknis, keterbatasan SDM dari Dinas dan faktor cuaca kaya hujan. Kami menekankan kepada kontraktor agar manfaat ini lama, umur konstruksi juga tercapai dan pembangunan jalan harus sesuai spesifikasi teknis yang ada di dalam kontrak,” tutupnya. (Med/Red)