Beranda Peristiwa Puluhan Tahun Menunggu, Warga 2 Kecamatan di Pandeglang Akhirnya Terhubung Jembatan Gantung

Puluhan Tahun Menunggu, Warga 2 Kecamatan di Pandeglang Akhirnya Terhubung Jembatan Gantung

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung yang akan menghubungkan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, dan Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam tujuh bulan dan diharapkan mempermudah akses warga di dua kecamatan.

PANDEGLANG – Harapan warga di wilayah selatan Kabupaten Pandeglang untuk memiliki akses penyeberangan yang lebih aman akhirnya mulai terwujud. Setelah bertahun-tahun mengandalkan jalur memutar dan sempat menggunakan perahu sebagai sarana penyeberangan, pembangunan jembatan gantung permanen kini resmi dimulai.

Jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar 2 meter itu akan menghubungkan Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, dengan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi akses vital bagi mobilitas warga, terutama untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Pembangunan jembatan yang dibiayai melalui anggaran Kementerian Pekerjaan Umum itu merupakan bagian dari program aspirasi anggota Komisi V DPR RI Ahmad Fauzi. Peletakan batu pertama dilakukan sebagai tanda dimulainya proyek yang ditargetkan rampung dalam tujuh bulan ke depan.

Perwakilan Ahmad Fauzi, Karsono, mengungkapkan bahwa kebutuhan jembatan tersebut sudah lama disuarakan masyarakat. Berbagai usulan pernah disampaikan kepada pemerintah, namun belum membuahkan hasil.

Menurutnya, sebelum ada rencana pembangunan jembatan, warga sempat memanfaatkan perahu untuk menyeberangi sungai. Namun aktivitas tersebut dihentikan setelah terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.

“Keinginan masyarakat untuk memiliki jembatan sudah sangat lama. Sebelumnya warga menggunakan perahu untuk menyeberang, tetapi sempat dihentikan karena pernah terjadi kecelakaan. Alhamdulillah sekarang pembangunan jembatan akhirnya bisa direalisasikan,” kata Karsono, Jumat (5/6/2026).

Ia berharap keberadaan jembatan nantinya dapat dijaga bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Cibungur, Mujaeni, menilai pembangunan jembatan akan memangkas waktu tempuh warga yang selama ini harus memutar melalui jalan yang lebih jauh.

Menurutnya, akses yang lebih cepat akan sangat membantu masyarakat, terutama saat membutuhkan layanan kesehatan darurat maupun untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Baca Juga :  Pasangan Hidup yang Sedang Berjuang Harus Terus Didukung, Ini Alasannya!

“Kalau jembatan ini sudah selesai, akses warga akan jauh lebih mudah. Kendaraan roda dua bisa melintas sehingga perjalanan ke desa seberang lebih cepat dibanding harus memutar ke jalan besar,” ujarnya.

Mujaeni juga menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai keberadaan jembatan akan membawa dampak nyata bagi masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Penulis: Memed
Editor: Usman Temposo