Beranda Peristiwa Puluhan Siswa di Kronjo Keracunan MBG, Diduga dari Makaroni Terkontaminasi Bakteri

Puluhan Siswa di Kronjo Keracunan MBG, Diduga dari Makaroni Terkontaminasi Bakteri

Salah satu siswa di Kecamatan Kronjo menjalani perawatan usai diduga keracunan menu MBG. (Istimewa)

KAB. TANGERANG — Sebanyak 33 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (29/4/2026) kemarin. Petugas langsung membawa seluruh korban ke fasilitas kesehatan untuk penanganan.

Camat Kronjo, Muhammad Mumu Mukhlis membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, jajaran Muspika bersama MUI dan pemerintah desa langsung memberi teguran kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sudah kami beri teguran. Kalau ada yang perlu diklarifikasi, silakan langsung ke pihak SPPG,” ujar Mumu, Kamis (30/4/2026).

Dari total korban, lima siswa masih menjalani perawatan di puskesmas, sementara sisanya menjalani rawat jalan.

Polisi kini menyelidiki kasus ini dengan menelusuri menu MBG yang berasal dari SPPG Cirumpak Yayasan Leuit Abhipraya Nawasena.

Menu yang dikonsumsi saat kejadian meliputi makaroni telur, tahu, bakso, wortel, dan buah melon. Program MBG tersebut menjangkau 2.820 penerima manfaat di sejumlah sekolah, PAUD, serta kelompok ibu hamil dan balita di Desa Cirumpak.

Kapolsek Kronjo, Iptu Bayu Sujatmiko mengatakan, para siswa mulai merasakan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare setelah pulang sekolah.

“Para korban mengaku mengalami mual, muntah, pusing, dan diare setelah memakan MBG,” kata Bayu.

Hasil keterangan awal dari ahli gizi SPPG mengarah pada salah satu menu, yakni makaroni, sebagai sumber masalah. Petugas menduga makanan tersebut terkontaminasi bakteri karena proses pengolahan yang tidak tepat waktu.

“Makaroni diolah sejak Selasa malam, sehingga diduga terpapar bakteri,” ujarnya.

Petugas mengamankan sampel makanan dan membawanya ke Puskesmas Kronjo untuk uji laboratorium. Polisi bersama tenaga kesehatan terus mendata korban dan memantau kondisi penerima manfaat lain.

“Hasil laboratorium diperkirakan keluar awal pekan depan. Setelah itu kami lanjutkan penyelidikan,” tegas Bayu.

Baca Juga :  Buat Konten Video Setop Truk, Bocah di Cisauk Tangerang Tewas Terlindas

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd