CILEGON – Puluhan santri di Pondok Pesantren Al-Inayah, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami sakit perut, mual hingga muntah usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa itu dibenarkan oleh Mawar (bukan nama sebenarnya), salah seorang pelajar di sekolah tersebut saat ditemui di lokasi. Ia menceritakan, puluhan santri itu mulai mengeluhkan kesehatannya pada sore hari, Kamis (16/4/2026) kemarin.
“Iya, keracunan MBG. MBG-nya sih biasanya datang jam 9-10 pagi. Kejadiannya sorean lah,” katanya kepada BantenNews.co.id, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, sejatinya hari itu sekolah diliburkan selama dua hari. Lantaran kondisi tersebut, siswa-siswi yang bersekolah di Al-Inayah tidak mengkonsumsi MBG.
“Itu anak pondok. Saya sekolah di sini, tapi berhubung kemarin libur dua hari, MBG tuh tetap jalan, jadi yang ngambil anak pondok. Yang pulang-pergi mah gak ngambil,” ucapnya.
Kepala Tata Usaha (TU) Pondok Pesantren Al-Inayah, Iman Sufiyan juga mengakui adanya peristiwa tersebut. Sebanyak 49 santri mengalami gangguan kesehatan usai menyantap MBG.
“Iya benar. Abis ashar kemarin itu pada ngeluh sakit. Menu MBG waktu itu mie ayam. Karena ada kejadian itu, hari ini kita gak menerima MBG dulu,” ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, puluhan santri yang mengeluhkan kesehatannya itu langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, salah satunya ke Puskesmas Cibeber.
“Karena di Cibeber gak bisa nangani semua, terus dibawa ke Puskesmas Cilegon dan Jombang,” tuturnya.
Terpisah, Dokter Umum Puskesmas Cibeber, dr Syenni Budiman mengungkapkan sekitar 24 santri Pondok Pesantren Al-Inayah mengalami sakit perut, pusing, mual, hingga muntah. Kepada petugas medis, santri-santri itu mengaku merasakan keluhan tersebut usai menyantap MBG.
“Kemarin yang datang kurang lebih pasien (keluhannya) seperti itu. Jadi, untuk kasus keracunan untuk spesifiknya harus lebih dari satu orang denga sumbernya yang sama. Bisa dibilang keracunan, karena massal,” ungkapnya.
Menurut informasi yang ia ketahui, korban yang mengeluhkan kesehatannya usai menyantap MBG itu berjumlah 40 an orang. Pasien di Puskesmas Cibeber dalam kasus tersebut didominasi oleh perempuan.
“Ke sini itu mungkin jam 5 an sore sampai malam, terakhir itu sampai jam 11 an malam. Semuanya sudah bisa dipulangkan sekitar jam 1.30 WIB itu yang paling terakhir. Di sini kita kasih obat minum, yang cukup parah kita infus,” ucap dr Syenni.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama mengaku saat ini pihaknya masih menyelidiki terkait kasus dugaan keracunan MBG tersebut.
“Kita mau ke sana lagi. Kita belum bisa bilang keracunan dari mananya, cuma hari ini agendanya kita mau memeriksa, mencari faktanya. Kemarin kita lihat korbannya saja tuh,” tutupnya.
Penulis: Maulana
Editor : TB Ahmad Fauzi
