Beranda Bisnis PT Krakatau Steel Bukukan Laba Semester I 2022 Rp1,17 Triliun

PT Krakatau Steel Bukukan Laba Semester I 2022 Rp1,17 Triliun

Produk Baja PT Krakatau Steel

SERANG – PT Krakatau Steel mulai menunjukkan peningkatan kinerjanya dengan mencatatkan laba sebesar USD78,65 juta atau setara dengan Rp1,17 triliun di Semester I 2022.

“Setelah mencatatkan laba di awal tahun 2022, Semester I 2022 ini Krakatau Steel kembali meningkatkan kinerjanya. Laba Semester I 2022 ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan laba Semester 1 Tahun 2021 yang sebesar USD33,02 juta atau setara dengan Rp490,7 miliar. Ini adalah hadiah terbaik di hari ulang tahun Krakatau Steel,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, Rabu (1/9/2022).

Dari sisi pendapatan, di Semester I 2022 Krakatau Steel juga mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi sebesar USD1,34 miliar atau setara Rp19,88 triliun, meningkat 27% dari pendapatan Krakatau Steel di Semester I Tahun 2021 yang sebesar USD1,05 miliar atau setara dengan Rp15,68 triliun.

Seiring dengan peningkatan laba dan pendapatan, EBITDA Krakatau Steel juga meningkat 5,9% menjadi sebesar USD91,0 juta di Semester I 2022 dari sebelumnya sebesar USD85,9 juta di Semester I 2021.

Silmy juga menambahkan bahwa volume penjualan Krakatau Steel meningkat 10% menjadi sebesar 1.098.000 ton di Semester I 2022 dari sebelumnya sebesar 995.000 ton di periode yang sama tahun lalu.

“Ekuitas Krakatau Steel juga mengalami kenaikan 13% dari menjadi sebesar USD587 juta hingga Juni 2022 dari sebelumnya sebesar USD522 juta di Desember 2021,” lanjut Silmy.

Hingga 30 Juni 2022 ini juga terjadi peningkatan aset Krakatau Steel sebesar 4% menjadi sebesar USD3,89 miliar dari sebelumnya USD3,74 miliar di 31 Desember 2021.

“Sesuai dengan tema HUT ke-52 tahun Krakatau Steel, Continuing Positivity, kinerja Krakatau Steel meneruskan tren positif dari kinerja sebelumnya di 2021. Kami yakin ke depan Krakatau Steel akan semakin tangguh, semakin sehat, menjadi perusahaan BUMN yang memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan industri baja nasional,” tutup Silmy.

(Man/Red)