Beranda Pemerintahan PSBB Jilid 4, Bupati Tangerang Fokus Tingkatkan Peran Gugus Tugas Covid-19 di...

PSBB Jilid 4, Bupati Tangerang Fokus Tingkatkan Peran Gugus Tugas Covid-19 di RT dan RW

390
0
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar

KAB. TANGERANG – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) se-Tangerang Raya Provinsi Banten resmi diperpanjang jadi Jilid 4, tak terkecuali wilayah Kabupaten Tangerang selama 14 hari kedepan yakni sampai pada 28 Juni 2020.

Keputusan perpanjang PSBB tersebut setelah dilakukan rapat evaluasi pelaksanaan PSBB jilid 3 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim melalui zoom meting yang dilaksanakan Minggu siang (14/06/20).

Acara tersebut diikuti Wakil Gubernur Banten, Ketua DPRD Banten, Kapolda Banten, Kapolda Metro, Danrem 052 WKR, Kajati Banten, Kabinda Banten, Bupati Tangerang, Walikota Tangerang, Walikota Tangerang Selatan dan Forkopimda di Tangerang raya.



Usai keputusan tersebut, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan akan fokus tingkatkan fungsi Gugus Tugas Covid-19 di RT/RW. Peranan besar akan dilakukan oleh gugus tugas tingkat RT RW. kata Zaki bagaimana RT/RW ini bisa menjadi pembina masyarakat dan bisa mengedukasi masyarakat di lingkungannya sampai nanti vaksinnya ditemukan.

Menurut Zaki, PSBB jilid ke-4 didasari masih tinggi tingkat penularan di wilayah Tangerang raya masih diatas 1,2 orang. Walaupun pada saat ini terus terkonfirmasi pasien positifnya cenderung menurun melihat dari survei survei yang dilakukan baik dari epidemiologi kesehatan masyarakat maupun lainnya.

“Kalau dilihat di wilayah Tangerang ini cukup dinamis pergerakan masyarakatnya, tapi kita berusaha untuk menekan angka masih tinggi tingkat penyebarannya, karena itu tugas gugus tugas tingkat RT/RW untuk memberikan Informasi dikingkungannya,” kata Zaki, Minggu (14/5/2020).

“Ketika PSBB yang ketiga dari tanggal 1 s.d 14 Juni 2020 dilonggarkan ada angka-angka yang memang harus menjadi perhatian termasuk tingkat penularanya,” tambahnya

Zaki menjelaskan tujuan PSBB diperpanjang adalah untuk mengajak masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kita juga mengajak kepada masyarakat untuk bisa menjaga lingkungannya dan bisa menjadi contoh bahkan menegur apabila di lingkunganya dan tidak memakai masker,” ungkapnya.

Zaki menambahkan, PSBB kali ini lebih difokuskan kepada lingkungan yang memang daerahnya sudah ada kasus pasien terkonfirmasi jadi lingkungan-lingkungan itu mereka bersama-sama dengan pemerintah daerah menjaga masyarakatnya masing-masing.

“Jadi selama vaksin belum ditemukan atau obatnya belum ada kemungkinan kita sampai nanti obat/ vaksin ditemuka pemerintah masih melakukan himbauan kepada masyarakat untuk mendisiplinkan masyarakat agar penerapan protokol Covid-19 benar-benar dilakukan dengan disiplin,” bebernya

(Ren/Red)