CILEGON – Pembangunan proyek material baru PET Food Grade milik PT Wankai Advanced Materials Indonesia di Kota Cilegon diduga mandek. Pasalnya, aktivitas pembangunan pabrik dan infrastruktur penunjang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda. Padahal, perusahaan asal China itu sudah melakukan groundbreaking bersama Wali Kota Cilegon, Robinsar pada Desember 2025 lalu.
Dari sejumlah data yang dihimpun, pabrik yang digadang berkapasitas produksi 750.000 ton per tahun tersebut akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 26 hektare di Kawasan Industri Krakatau, dekat Pergudangan Krakatau.
Pantauan di lokasi pada Kamis (3/9/2026), kondisi lahan masih dipenuhi semak belukar. Tidak terlihat adanya aktivitas pekerja, alat berat maupun pembangunan struktur proyek. Hanya sejumlah tiang pancang yang berdiri di tengah lahan. Pondasi maupun bangunan proyek juga belum terlihat di lokasi.
Salah seorang petugas keamanan yang tengah melintas membenarkan bahwa perusahaan memang sudah melakukan groundbreaking, tetapi belum melanjutkan pembangunan.
“Iya (sudah groundbreaking-red), belum ada aktivitas, masih kosong,” katanya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan karena PT Wankai sebelumnya menargetkan proyek tersebut rampung dalam waktu 1,5 tahun. Perusahaan juga dikabarkan menggelontorkan investasi sekitar US$284 juta untuk membangun fasilitas PET Food Grade dengan nilai investasi sekitar Rp4,74 triliun.
Namun, hingga hampir sembilan bulan setelah groundbreaking, kondisi lahan yang masuk ke dalam wilayah Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta itu belum menunjukkan perkembangan signifikan. Target penyelesaian proyek pun kini menjadi sorotan.
Camat Purwakarta, Suadilah saat dikonfirmasi soal alasan belum berjalannya proyek PT Wankai memilih irit bicara lantaran ia mengaku tidak mengetahui apa-apa.
“Terkait Wankai mah, maaf saya gak punya informasi. Pihak Wankai gak pernah ngasih informasi,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan DPMPTSP Cilegon, Luhut Malau, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat maupun sambungan telepon hingga berita ini dipublikasikan.
Dugaan mandeknya proyek investasi bernilai triliunan rupiah tersebut menjadi tanda tanya, pasalnya pemerintah daerah sebelumnya ikut mendorong masuknya investasi besar ke Kota Cilegon dan mengklaim bahwa pertumbuhan industri PMA itu akan berdampak pada peluang kerja baru bagi masyarakat Kota Cilegon.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
