Beranda Peristiwa Proyek Hutan Bambu Rp1,8 Miliar di Cisoka Rp1,8 Miliar Terbengkalai

Proyek Hutan Bambu Rp1,8 Miliar di Cisoka Rp1,8 Miliar Terbengkalai

Kondisi pohon bambu yang mengering di Cisoka. (Saepulloh/bantennews)

KAB. TANGERANG — Proyek Hutan Bambu atau Cisoka Bamboo Park di Kampung Cilaban, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar pada 2025 itu kini tampak tidak terawat.

Pantauan BantenNews.co.id menunjukkan pagar bambu terpasang di pintu masuk kawasan. Namun, kondisi di dalam area justru memperlihatkan rerumputan liar dan tanaman bambu yang mengering. Sejumlah pohon bahkan sudah mati.

Padahal, kawasan itu memiliki danau yang dapat mendukung kebutuhan air tanaman. Kondisi tersebut membuat konsep ruang publik hijau yang semula digagas untuk fungsi ekologis, edukasi, dan rekreasi tampak jauh dari harapan.

Proyek senilai miliaran rupiah itu juga belum memberikan aktivitas publik yang terlihat. Jika pemerintah tidak segera melakukan perawatan dan melanjutkan penataan, kawasan tersebut berisiko kehilangan fungsi setelah anggaran besar mengalir untuk pembangunannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat memberikan penjelasan berbeda soal proyek tersebut. Ia mengatakan anggaran awal tidak secara khusus untuk membangun Hutan Bambu, melainkan untuk mengurug lahan aset pemerintah daerah yang sebelumnya berupa rawa.

“Kegiatan harusnya judulnya pengurugan. Urugan tanah saja, setelah itu dijadiin apa kan terserah,” ujar Ujat, Jumat (14/8/2026).

Menurut Ujat, Bappeda Kabupaten Tangerang kemudian mengembangkan konsep Hutan Bambu dengan mempertimbangkan identitas Cisoka yang banyak memiliki tanaman bambu serta kebutuhan ruang publik tematik.

Ia menjelaskan anggaran proyek juga mencakup pembangunan drainase. Sementara itu, kondisi bambu yang mengering dan mati menurutnya berkaitan dengan kondisi cuaca.

Ujat memastikan pemerintah masih memiliki rencana lanjutan untuk menata kawasan tersebut.

“Kalau kita tanamin lagi misalkan sekarang kondisinya kering. Jadi, itu memang pasti ada lanjutannya, ada green design di Bappeda, nanti diserahkan ke kecamatan,” tandasnya.

Baca Juga :  Tak Tahan Bau Pabrik PT BOSS, Warga Tangerang Justru Mengadu ke Dedi Mulyadi

Namun, kondisi lapangan saat ini tetap menjadi sorotan. Proyek yang menghabiskan Rp1,8 miliar itu belum menunjukkan wajah ruang publik hijau seperti konsep yang selama ini melekat pada nama Cisoka Bamboo Park.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd