Beranda Pemerintahan Proyek Drainase di Ciputat Tangsel Diduga Mangkrak

Proyek Drainase di Ciputat Tangsel Diduga Mangkrak

Pembangunan drainase di Ciputat, Kota Tangsel. (Ihya/bantennews)

TANGSEL – Proyek saluran drainase Kota di Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Tegal Rotan, Jalan Merpati Raya, Jalan Ki Hajar Dewantoro, Jalan Menjangan, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga mangkrak.

Pantauan di lapangan, proyek yang menghabiskan anggaran Rp24,3 miliar itu belum selesai, malahan bikin semrawut jalan.

Banyak galian yang  belum ditutup beton. Selain itu, air yang mengendap membuat proyek tersebut terkesan asal-asalan.

Penggalian drainase seperti tidak memperhatikan batas jalan, sehingga membuat bibir aspal menjadi hancur.

Saat hujan deras turun, bukannya mengalirkan air sampai ke muara, drainase baru tersebut malah menampung air. Sehingga kondisinya sama saja pada saat sebelum dibikin drainase.

Rina (33), seorang karyawan swasta yang bekerja di Jakarta, yang setiap hari melewati Jalan Menjangan Ciputat geram lantaran pekerja lapangan selalu memarkirkan beko atau alat beratnya di pinggir jalan sehingga memakan seperempat jalan dan membuat kemacetan panjang.

“Menurut saya pembangunan drainase ini asal-asalan banget. Bukan cuma masalah beko itu saja, tapi membuat acak-acakan jalan. Udah gitu lama lagi selesainya. Atau mungkin mangkrak,” ujar warga Bintaro tersebut saat diwawancarai, Kamis (27/10/2022).

Kritik juga datang dari pemilik toko kelontong di dekat proyek, Nurohman (42). Menurutnya, pembangunan drainase tersebut seperti lamban.

Pasalnya, petugas di lapangan tidak langsung membetulkan kembali tanah yang sudah digali. Bahkan, kata dia, bahu jalan pun ikut terkena galian sehingga membuat jalan menjadi rusak.

“Bisa dilihat sendiri ya itu masih berantakan. Yang di sebelah sana malah airnya mengendap tidak mengalir. Bahkan drainase belum ditutup sama betonnya itu,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Aldi Urdha yang berdomisili di Kota Serang. Proyek itu juga menelan anggaran APBD sebesar Rp24,3 miliar.

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, pihak Pemerintah Kota Tangsel, baik Kepala Dinas PU maupun Walikota Tangsel tidak memberikan jawaban.

(Ihy/Red)