Beranda Bisnis Protes UMSK dan Rekrutmen Karyawan, Ribuan Buruh PT KS Demo

Protes UMSK dan Rekrutmen Karyawan, Ribuan Buruh PT KS Demo

391
0
Ribuan Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) menggelar aksi unjuk rasa. Dalam aksinya buruh menggelar aksi di dua tempat yakni di Gedung Teknologi PT Krakatau Steel (KS) dan di Kantor Walikota Cilegon, Senin (11/3/2019). (Usman/bantennews)

CLEGON – Ribuan buruh yang tergabung pada Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) menggelar aksi unjuk rasa. Dalam aksinya buruh menggelar aksi di tiga tempat yakni di Gedung Teknologi PT Krakatau Steel (KS) dan di Kantor Walikota Cilegon, Senin (11/3/2019).

Dalam aksinya buruh menuntut persoalan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) yang diklaim sejak tahun 2017 hingga saat ini belum juga diberlakukan oleh PT KS kepada vendor tempat buruh outsourcing itu bekerja, dan penerapan upah sesuai UMK di beberapa vendor.

Pada aksi yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu buruh terus menyuarakan hak mereka. Meski diguyur hujan, mereka tak beranjak dari lokasi.

Dalam aksinya buruh juga sempat melakukan pemblokiran jalan. Sehingga menghambat transportasi di kawasan industri. Kemacetan panjang pun terjadi.

Tak lama berselang, perwakilan buruh diterima Manejemen PT KS untuk melakukan mediasi. Namun begitu, mediasi tersebut berakhir deadlock.

Tak puas dengan hasil mediasi, buruh kemudian melanjutkan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Cilegon. Ribuan buruh menggelar aksi di Jalan Jenderal Sudirman, hingga arus lalu lintas pun terpaksa dialihkan ke jalur lainnya.

Aksi buruh kembali tak mendapatkan respons. Sekitar 30 menit melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Walikota Cilegon tak ada satupun pejabat yang menemui. Ini lantaran Walikota Cilegon, Edi Ariadi tidak berada di tempat.

Kecewa tak ditemui walikota, buruh kemudian melanjutkan aksi unjuk rasa di Gedung Pusdiklat PT Krakatau Steel.

Dodi Mucklis, Perwakilan Buruh mengatakan bahwa Inti poin tuntutan buruh yakni permintaan kenaikan UMSK sebesar 9,5 persen. Namun demikian PT KS hanya mengabulkan mentok diangka 4,5 persen.

Selain persoalan UMSK, buruh juga protes terkait adanya pengangkatan mantan karyawan PT Meratus Jaya Iron & Steel yang diangkat menjadi karyawan tetap di PT KS.

“PT Meratus Jaya Iron & Steel ini kan adanya di Kalimantan dan tidak berjalan dan kemudian karyawannya kembali ke PT KS, namun ternyata tanpa pemberitahuan mereka diangkat menjadi tenaga tetap, sementara buruh disini yang sudah puluhan tahun tak diangkat,” katanya.

Dia menduga ada oknum yang bermain dalam perekrutan karyawan tersebut. “Kami minta Walikota Cilegon memanggil Manajemen PT KS terkait persoalan ini,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan aksi unjuk rasa buruh masih berlangsung. (Man/Red)