Beranda Kesehatan Protes Tipe C, Kini RSUD Adjidarmo Kembali di Tipe B

Protes Tipe C, Kini RSUD Adjidarmo Kembali di Tipe B

291
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

 

LEBAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Kabupaten Lebak, kembali menyandang predikat tipe B.
Hal itu terungkap melalui surat edaran hasil evaluasi rekomendasi penyesuaian tipe terhadap 19 Rumah Sakit (RS) yang ada di Provinsi Banten oleh Kementrian Kesehatan beberapa pekan lalu.

“Setelah adanya surat edaran hasil evaluasi dari Kemenkes, RSUD Adjidarmo kini kembali bertahan di tipe B,” kata PLT Dirut RSUD Adjidarmo, Virgojanti, Selasa (10/9/2019).

Sebetulnya ia meyakini bahwa RSUD Adjidarmo akan tetap bertahan di tipe B. Sebab, manajemen memiliki puluhan dokter spesialis dan memiliki beberapa fasilitas yang sudah standar dengan RS daerah.

“Awalnya pun saya merasa kaget pada saat diberikan sanggahan dari tipe B ke C oleh Kemenkes beberapa pekan lalu,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pihak manajemen yang saat ini sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini, tentu pada saat diberikannya masa sanggahan selama 28 hari, manajemen langsung memberikan laporan secara update tentang beberapa administrasi yang dimiliki oleh RSUD Adjidarmo.

“Mengenai administrasi, tentu seperti tenaga dokter, medis, SDM dan sarana prasarananya, sudah berstandar daerah. Kalau di RSUD Adjidarmo tipe A, ya tentunya akan menjadi RS Nasional,” kata Virgo.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Maman Sukirman menjelaskan bahwa masa sanggahan yang diberikan selama 28 hari ke pihak manajemen RSUD Adjidarmo, tentu pihaknya dan manajemen berupaya semaksimal mungkin.

“Dari masa sanggahan tersebut, kami melengkapi laporan-laporan yang belum di update secara langsung ke Kemenkes,” katannya.

Menurutnya, terdapat 20 dokter spesialis dan puluhan tenaga perawat serta tenaga lainnya serta fasilitas sarana dan prasarananya.

“Bukan hanya dari segi tenaga dan sarana prasarananya, akan tetapi dari pelayanannya pun RSUD Adjidarmo sudah dapat menangani beberapa kasus atau penyakit baik dalam atau luar,” ujarnya.

Dia menambahkan, kedepan (2020) bukan hanya pelayanan RSUD yang menjadi BLUD untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap pasien. Ia berharap semoga dari 42 Puskemas di Kabupaten Lebak ditambah satu Puskesmas yang rencananya masih di tahun 2019 ini akan dibangun Puskesmas di Gunung Kendeng, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, tentu semuanya diharapkan menjadi layanan BLUD.

“Saat ini, Puskesmas yang sudah memiliki ruang perawatan ada sebanyak 25 sedangkan sisanya termasuk tambahan Puskesmas di Gunung Kendeng tengah diajukan memiliki sarana ruang perawatan. Intinya, kedepan kami berupaya agar 43 Puskesmas dapat menjadi layanan BLUD,”katnya. (ali/red)