CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo tidak lagi mengucurkan bantuan dana Rp100 juta per Rukun Warga (RW) se-Kota Cilegon.
Sebelumnya, bantuan dana Rp100 juta per RW tersebut digulirkan pada masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebelumnya, Helldy–Sanuji, melalui program Salira. Dana itu dimanfaatkan untuk pembangunan sarana dan prasarana lingkungan, seperti perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya.
Kebijakan penghentian program tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Selasa (13/1/2026).
Robinsar menjelaskan, tidak lagi dikucurkannya anggaran Rp100 juta per RW melalui program Salira disebabkan oleh kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan signifikan.
“Sama-sama kita ketahui, Transfer Keuangan Daerah (TKD) berkurang Rp230 miliar. Itu pasti berefek dan berdampak,” ujar Robinsar kepada wartawan.
Sebagai pengganti program Salira, Pemkot Cilegon kini meluncurkan program Sarana Prasarana Pembangunan Wilayah Kelurahan Jujur, Amanah, Religius, dan Berprestasi (Saban Juare).
Anggaran program Saban Juare ditetapkan sebesar 5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK), yang selanjutnya dibagi berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing kelurahan.
“Kurang lebih sama (dengan Salira), hanya saja target pembangunannya kita batasi. Tinggal menyesuaikan, karena ada rumusnya untuk alokasi anggaran ke kelurahan,” jelasnya.
Sementara itu, hasil Musrenbang di Kelurahan Masigit menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya perbaikan jalan rusak, penerangan jalan umum, pemetaan titik banjir, serta penanganan rumah tidak layak huni.
“Prinsipnya, hasil pantauan masyarakat itu yang utama, yakni jalan rusak, lampu penerangan, titik banjir, dan rumah tidak layak huni. Saya minta kepada Pokmas agar bisa mengakomodir dan mengarahkan sesuai skala prioritas,” pungkas Robinsar.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
