Beranda Pemerintahan Program Prioritas Sembako Murah Robinsar-Fajar Masih Sebatas Pasar Murah dan Bazar

Program Prioritas Sembako Murah Robinsar-Fajar Masih Sebatas Pasar Murah dan Bazar

Ilustrasi

CILEGON — Realisasi program pangan murah dan mudah bagi masyarakat (sembako murah) yang menjadi salah satu program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar-Fajar, hingga kini masih sebatas pelaksanaan pasar murah dan bazar.

Program sembako murah merupakan program prioritas pertama dari 17 program unggulan Robinsar-Fajar yang disampaikan saat kampanye Pilkada Cilegon 2024.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menjelaskan bahwa program sembako murah bukan berarti pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Menurutnya, program tersebut diwujudkan melalui intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga.

“Sembako murah itu maksudnya langkah pemerintah untuk menstabilkan harga. Sembako murah itu bukan sembakonya yang murah, tapi langkah intervensinya,” kata Robinsar, Senin (27/7/2026).

Ia menyebut sejumlah bentuk intervensi yang telah dilakukan Pemkot Cilegon antara lain menggelar pasar murah, bazar murah, serta memberikan bantuan kepada masyarakat.

“Intervensinya kayak ada pasar murah, bazar murah itu kan dalam rangka intervensi. Ada beberapa bantuan dalam rangka mengintervensi,” ujarnya.

Program sembako murah sebelumnya juga menjadi sorotan dalam debat kedua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon pada Pilkada 2024. Saat itu, pasangan Isro Mi’raj–Nurrotul Uyun mempertanyakan mekanisme pelaksanaan program tersebut.

Menjawab pertanyaan itu, Robinsar menyatakan akan membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bidang pangan sebagai instrumen untuk menjaga ketersediaan stok dan menstabilkan harga bahan pokok.

“Dalam rangka menstabilkan harga bahan pokok, kita bukan menurunkan harga, tapi kita intervensi pasar. Kita buat BLUD dalam rangka membuat stok agar permintaan yang banyak, kita persiapkan stoknya, agar kita bisa mengintervensi harga supaya tidak melambung tinggi,” ujar Robinsar saat debat.

Namun, beberapa bulan setelah menjabat, tepatnya saat ditemui pada Senin (3/3/2025), Robinsar menyatakan skema pembentukan BLUD masih akan disesuaikan.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Beri Bantuan Sarana dan Prasarana ke Para Nelayan

“Kalau BLUD menyesuaikan. Polanya dengan BLUD atau koperasi, tapi yang penting targetnya tercapai,” tutupnya.

Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo