Beranda Pemerintahan Produksi Perikanan Lebak Tembus 10.845 Ton, Diskan Bidik Pertumbuhan 2 Persen

Produksi Perikanan Lebak Tembus 10.845 Ton, Diskan Bidik Pertumbuhan 2 Persen

Salah seorang pembudidaya ikan saat memperlihatkan benih ikan yang akan dibudidayakan. (Mg-Aldo Marantika/Bantennews)

LEBAK – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Lebak mencatat total produksi perikanan sepanjang 2025 mencapai 10.845 ton. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk mengejar pertumbuhan sektor perikanan sebesar 2 persen pada periode 2026–2027.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Lebak, Denny Iskandar mengatakan, data tersebut mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten.

“Total produksi perikanan Kabupaten Lebak mencapai 10.845 ton. Produksi tersebut terdiri atas 6.831 ton perikanan tangkap dan 4.014 ton perikanan budidaya pembesaran. Selain itu, produksi pembenihan mencapai 3,166 juta ekor benih,” kata Denny, Kamis (23/7/2026).

Denny menjelaskan, pihaknya akan memperkuat sektor perikanan tangkap dan budidaya untuk mencapai target pertumbuhan tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan pembinaan kepada pelaku usaha serta menyalurkan bantuan sarana dan prasarana.

“Target kinerja yang kami tetapkan adalah pertumbuhan produktivitas sektor perikanan sebesar 2 persen dari tahun 2026 ke tahun 2027,” ujarnya.

“Pencapaian target tersebut kami dorong melalui penguatan budidaya, peningkatan hasil perikanan tangkap, pembinaan kepada pelaku usaha perikanan, serta pemberian bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat,” sambungnya.

Denny menyebut, komoditas unggulan perikanan tangkap di pesisir selatan Lebak masih didominasi ikan cakalang dengan hasil tangkapan mencapai 1.588 ton, disusul tongkol 1.107 ton dan tuna 613 ton.

Aktivitas penangkapan terkonsentrasi di Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, dan Cilograng.

Sementara itu, sektor budidaya air tawar menghasilkan lele 1.095 ton, nila 1.047 ton, ikan mas 1.031 ton, udang 791 ton, dan patin 9 ton. Sentra budidaya tersebar di Kecamatan Warunggunung, Rangkasbitung, Kalanganyar, Cibadak, Maja, Curugbitung, Sajira, Cimarga, dan Leuwidamar.

Meski mencatat produksi yang cukup tinggi, Denny mengakui, pelaku usaha perikanan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Baca Juga :  Harga Daging Sapi di Pasar Rangkasbitung Tembus Rp160 Ribu Per Kilogram

Harga pakan yang terus meningkat, keterbatasan benih unggul, cuaca ekstrem, keterbatasan sarana budidaya, hingga akses pemasaran yang masih bersifat lokal menjadi kendala utama.

Untuk mengatasinya, Dinkan menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari memperkuat UPTD pembenihan, memperluas pendampingan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), membuka akses pasar yang lebih luas, hingga mendukung program budidaya ikan darat tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2026–2029.

Selain itu, Dinkan juga mengusulkan program Kampung Nelayan Merah Putih kepada pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan kawasan perikanan terpadu.

“Program ini mencakup peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan nelayan, serta peningkatan nilai tambah hasil perikanan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd