Beranda Pilkada Serentak 2020 Prabowo-Sandiaga dan Partai Koalisi Belum Ucapkan Selamat ke Jokowi-Ma’ruf

Prabowo-Sandiaga dan Partai Koalisi Belum Ucapkan Selamat ke Jokowi-Ma’ruf

Prabowo Subianto (kiri) dan Joko Widodo (kanan) saling berjabat tangan - foto istimewa detik.com

SERANG – Capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hingga belum mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma’ruf Amin yang memenangi Pilpres pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak seluruh gugatannya. Tak hanya Prabowo-Sandiaga, parpol koalisinya pun juga bersikap sama.

Seperti diketahui, MK semalam menolak gugatan pilpres Prabowo-Sandiaga. Prabowo pun lantas angkat bicara. Eks Danjen Kopassus itu menghormati putusan yang mengukuhkan kemenangan sang lawan itu.

“Keputusan ini sangat mengecewakan kami dan para pendukung. Tapi, sesuai kesepakatan, kami akan tetap patuh pada jalur konstitusi kita,” kata Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

“Dengan ini, kami menyatakan kami menghormati hasil putusan MK tersebut,” sambung Prabowo dilansir detik.com.

Panjang lebar Prabowo menyampaikan sikapnya terhadap putusan tersebut. Namun, hingga konferensi pers berakhir, kata ‘selamat’ untuk Jokowi-Ma’ruf tak terdengar.

Sandiaga dan parpol-parpol koalisinya pun juga tak mengucapkan ‘selamat’. Padahal tokoh-tokoh nasional hingga internasional telah mengucapkan selamat kepada Jokowi.

Kata selamat yang hingga kini belum terucap pun menjadi polemik. Banyak pihak mempertanyakan dan terheran-heran dengan sikap Prabowo-Sandiaga dan koalisinya.

Kritik bahkan datang dari elite parpol koalisi Prabowo, PAN, Bara Hasibuan. Waketum PAN itu menyesalkan Prabowo tak menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi usai permohonannya ditolak MK. Bara menilai Prabowo seharusnya membangun tradisi yang baik dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Dia juga tidak memberikan selamat kepada Jokowi sebagai pemenang. Jadi seakan-akan dia belum mengakui hasil MK dan masih mengharapkan ada jalur lain,” kata Bara kepada wartawan, Jumat (28/6/2019).

“Seharusnya harus membangun tradisi di mana seharusnya setelah pemilihan presiden dan ini kan banyak di negara demokrasi sudah matang, tradisi seperti ini, pihak yang kalah itu menyampaikan pidato concession speech, pidato kekalahan mengakui hasilnya dan memberikan selamat kepada pemenang dan mengajak untuk melakukan rekonsiliasi demi bangsa kita move on, untuk menghilangkan perbedaan dan polarisasi selama kampanye,” imbuh.

Parpol koalisi Prabowo lainnya, Gerindra dan Demokrat lantas angkat bicara. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan ada waktunya bagi Prabowo mengucapkan selamat kepada paslon nomor 01 atas kemenangannya. Kendati dia tidak merinci kapan.

“Nanti akan disampaikan. Saya kira tadi malam pidatonya sudah cukup jelas ya,” kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Namun, menurut Muzani, ucapan selamat itu sudah otomatis tersirat dari pernyataan Prabowo semalam. Muzani mengatakan menghormati keputusan MK sama halnya dengan menyelamati Jokowi-Ma’ruf.

“Ucapan selamat. Tadi tidak dibicarakan dalam pertemuan tersebut tapi kami merasa dengan pak Prabowo menghormati keputusan Mahkamha Kosntitusi maka apa yabg diharapkan yakni ucapan selamat itu sudah sesuatu yang automatically mestinya dipahamnya seperti itu,” tutur Muzani.

Sementara Sekjen Partai Demokrat (PD) Hinca Pandjaitan tak secara tegas menyampaikan apakah Prabowo dan parpol koalisinya maupun Partai Demokrat sendiri akan mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Nanti kita lihat. Yang pasti tadi malam statement resmi,” katanya. (Red)