Beranda Pilkada Serentak 2020 Prabowo : Ekonomi Indonesia Total Dikelola Asing

Prabowo : Ekonomi Indonesia Total Dikelola Asing

Prabowo Subianto - foto istimewa fajar.co.id

SERANG – Capres Nomo urut 02, Prabowo Subianto menerima kunjungan Forum Silaturahim Alumni Mesir (FSAM) di kediamannya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).

Puluhan alumni berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah itu berdialog dengan capres nomor urut 02 tentang permasalahan bangsa.

Dalam pertemuan Prabowo mengatakan, masalah ekonomi bangsa saat ini terletak dari tidak dilaksanakannya Pasal 33 UUD 1945.

Pasal 33 Ayat 1 mengatur, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. Sementara dalam ayat 2 diatur bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

“Kondisi Indonesia saat ini (terjadi) karena tidak menjalankan Pasal 33 UUD 1945. Kita telah meninggalkan kaidah UUD 1945, kaidah ekonomi dalam Pasal 33 itu. Padahal UUD merupakan sumber hukum yang tertinggi dalam sebuah negara,” ujar Prabowo dilansir jpnn.com.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini lebih lanjut mengatakan, sistem perekonomian yang ada sekarang ini menimbulkan ketidakadilan yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan dan pada akhirnya berujung pada kemiskinan.

“Jadi perjuangan saya setelah saya lihat arah bangsa ini ternyata keliru. Jangan mencari kesalahan orang demi orang, ini kesalahan kolektif, kita harus berani introspeksi diri,” ucapnya.

Prabowo kemudian berjanji, jika nantinya diberi amanah memimpin Indonesia dari hasil Pilpres 2019, akan berjuang mengembalikan kekayaan bangsa Indonesia yang sebagian besar kini dikuasai pihak asing.

Prabowo juga menyoroti langkah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid 16. Dalam paket kebijakan itu disebut-sebut warga negara asing (WNA) diizinkan masuk pada 28 bidang usaha, sampai tingkat usaha kecil menengah.

Prabowo menilai kebijakan itu sama saja dengan menyerahkan pengelolaan ekonomi secara total kepada pihak asing.

“Kalau orang asing masuk, modal mereka cukup kuat. Karena dalam pola kapitalisme, modal adalah sumber kekuatan. Sementara orang-orang kita (masyarakat) masalahnya adalah kurang modal dan tidak punya akses untuk mendapatkan modal,” katanya.

Prabowo pun kembali berjanji akan berupaya sekuat tenaga mengembalikan sumber-sumber ekonomi rakyat dikelola sepenuhnya oleh rakyat Indonesia. (Red)