SERANG – Posko Pengaduan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri 2026 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang diserbu orang tua murid sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Dalam tiga hari, petugas menerima 99 aduan dari warga yang datang untuk mengatasi berbagai kendala teknis.
Pantauan di Kantor Dindikbud Kota Serang, Jalan Ki Ajurum, Kecamatan Cipocok Jaya, Rabu (1/7/2026), belasan orang tua terlihat mengantre di tiga loket layanan Posko Pengaduan SPMB. Mereka datang untuk berkonsultasi sekaligus meminta bantuan terkait masalah saat mendaftarkan anak ke SMP Negeri.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dindikbud Kota Serang, Susi Rahayu, mengatakan lonjakan warga terjadi sejak hari pertama pendaftaran dibuka pada 29 Juni 2026.
“Kalau per hari ini ada 30 orang. Selama tiga hari ini tercatat ada 99 orang,” ujar Susi.
Susi menjelaskan, mayoritas aduan bukan terkait proses seleksi atau permintaan agar calon siswa diterima di sekolah tertentu. Warga lebih banyak mengeluhkan persoalan teknis dalam sistem pendaftaran.
“Pengaduan yang paling banyak itu soal perbaikan dokumen, seperti pergantian Kartu Keluarga (KK), upload ulang dokumen, dan lupa password akun pendaftaran,” katanya.
Meski jumlah warga yang datang cukup banyak, Susi memastikan seluruh kendala masih bisa ditangani melalui Posko Pengaduan SPMB.
“Berkat adanya posko pengaduan, kami bisa membantu masyarakat untuk mendaftar ke sekolah yang mereka tuju,” ujarnya.
Posko Pengaduan SPMB dibuka selama empat hari, mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026, pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.
Menurut Susi, sebagian besar orang tua sebenarnya sudah memahami mekanisme pendaftaran melalui aplikasi SPMB. Namun, banyak yang khawatir melakukan kesalahan saat mengunggah dokumen persyaratan.
“Misalnya akun tidak bisa dibuka atau ada yang salah unggah dokumen. Harusnya unggah sertifikat diniyah, tapi yang diunggah justru dokumen lain. Mereka datang ke posko untuk meminta bantuan unggah ulang,” jelasnya.
Susi menegaskan layanan Dindikbud Kota Serang hanya sebatas pendampingan teknis dan tidak berkaitan dengan kelulusan calon siswa.
“Kami hanya membantu masyarakat memperbaiki atau mengunggah kembali dokumen yang diperlukan. Bukan membantu agar calon siswa diterima di sekolah tertentu,” tegasnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
