
TANGSEL – Kasus dugaan perundungan terhadap siswa SMP Negeri 10 Tangerang Selatan (Tangsel) mencuat setelah sejumlah siswi diduga mendapat hukuman minum racikan kopi bercampur berbagai bahan. Sejumlah korban mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, ada laporan korban muntah darah.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, peristiwa itu bermula ketika sejumlah siswi berkumpul bersama kakak kelas di sebuah warung kopi di kawasan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur.
Di lokasi tersebut, para siswi diduga diminta bermain gim sambil merokok. Mereka harus meminum cairan racikan jika abu rokok jatuh.
Orang tua korban berinisial AR mengatakan, anaknya masih mengalami sakit perut hingga tidak bisa masuk sekolah.
“Intinya itu ada kopi dicampur sama kecap, lada bubuk, air keran, ada cukanya juga, dan lain-lain,” ungkap AR, Senin (26/10/2026).
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran orang tua karena dugaan perundungan tersebut tidak hanya menyangkut perlakuan terhadap siswa, tetapi juga risiko kesehatan akibat racikan yang mereka konsumsi.
Sementara Kapolres Tangsel, AKBP Boy Jumalolo, mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan perundungan tersebut.
Boy mengatakan, kepolisian akan mengedepankan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Menurutnya, keluarga korban sebelumnya telah menggelar pertemuan untuk berkonsultasi, tetapi belum melaporkan kasus itu secara resmi kepada polisi.
“Kita nanti mengedepankan komunikasi secara komprehensif,” ujar Boy.
Boy juga mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui Dinas Pendidikan dan instansi perlindungan anak untuk menangani persoalan tersebut.
“Kami datang untuk memberikan dukungan kepada siswa-siswi agar tidak terpengaruh dengan pemberitaan perundungan ini,” katanya.
Ia mengingatkan para pelajar agar menghindari kekerasan verbal maupun fisik serta mengisi waktu dengan kegiatan positif.
“Saya meminta para siswa menghabiskan waktu untuk hal-hal yang positif dan menghindari segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik. Jaga masa depan, karena perjalanan anak-anak ini masih panjang,” tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, polisi belum merinci jumlah korban maupun menjelaskan perkembangan penanganan dugaan perundungan tersebut.
Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd