Beranda Hukum Polisi: Siswa SMPN 19 Tangsel Tewas Akibat Tumor Otak, Bukan Bullying

Polisi: Siswa SMPN 19 Tangsel Tewas Akibat Tumor Otak, Bukan Bullying

Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang saat ditemui di Asrama Polisi, Serpong, Tangsel. (Ahmad Rizki/bantennews)

TANGSEL – Polisi menyimpulkan penyebab kematian siswa SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) yang meninggal diduga akibat perundungan (bullying), tetapi akibat tumor.

Hal itu didapatkan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik. Di mana, menunjukkan korban meninggal akibat tumor di bagian kepala.

Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang mengatakan, kesimpulan itu diperoleh setelah kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa 15 orang saksi.

“Empat saksi dari pihak sekolah, dua saksi dari Rumah Sakit Fatmawati, lima teman sekelas korban, satu saksi terduga pelaku, serta tiga orang dari keluarga korban,” kata Victor di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (2/1/2026).

Selain saksi, polisi juga melibatkan enam orang ahli, terdiri atas dokter spesialis mata, dokter spesialis anak, dokter spesialis saraf anak, dokter umum, dokter spesialis forensik, serta ahli pidana.

Menurut Victor, pelibatan banyak ahli dilakukan untuk memastikan penyelidikan dilakukan secara komprehensif dan berbasis bukti ilmiah.

“Hasil pemeriksaan para ahli menyimpulkan penyebab kematian korban adalah tumor di kepala yang menimbulkan pendarahan,” ujarnya.

Pendarahan tersebut, lanjut Dia, menyebabkan penyumbatan aliran cairan di otak sehingga memicu gangguan pernapasan hingga berujung kematian.

“Ahli forensik dari RSUD Kabupaten Tangerang juga menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) menguatkan kesimpulan tersebut,” ujarnya.

Victor menambahkan, keluarga korban dan pihak terduga pelaku telah sepakat menyelesaikan persoalan ini melalui mediasi.

“Perkara ini kami hentikan,” tutup Victor.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd