Beranda Hukum Polisi Periksa 16 Saksi Kasus Ledakan PT MCCI Cilegon, Tunggu Hasil Forensik

Polisi Periksa 16 Saksi Kasus Ledakan PT MCCI Cilegon, Tunggu Hasil Forensik

Dampak Ledakan PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI) - Foto istimewa

SERANG – Polda Banten terus mengusut insiden ledakan yang terjadi di PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Kota Cilegon. Hingga kini, penyidik telah memeriksa 16 saksi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang mengakibatkan dua pekerja mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan penyidik memeriksa 12 saksi dari internal perusahaan dan empat warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Pemeriksaan sudah dilakukan terhadap 16 saksi, terdiri dari empat masyarakat dan 12 dari MCCI. Kami masih menunggu hasil dari Laboratorium Forensik,” kata Maruli, Senin (8/6/2026).

Selain memeriksa para saksi, penyidik juga berencana meminta keterangan dari korban yang sempat menjalani perawatan medis serta pihak yang bertanggung jawab terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut.

Penyelidikan bermula setelah ledakan mengguncang area PTA-1 PT MCCI pada 25 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, aktivitas produksi berlangsung seperti biasa sebelum suara dentuman keras mengejutkan para pekerja dan memicu sistem peringatan dini.

Setelah alarm berbunyi, perusahaan segera mengevakuasi seluruh pekerja dari area pabrik untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Tim gabungan dari Polda Banten dan Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri kemungkinan penyebab ledakan.

Maruli menjelaskan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kebocoran pipa akibat tekanan suhu yang sangat tinggi. Kondisi tersebut diduga memicu peningkatan tekanan hingga menimbulkan ledakan.

“Dugaan sementara terjadi kebocoran pipa akibat tekanan suhu yang sangat tinggi sehingga memicu peningkatan tekanan dan menimbulkan ledakan,” ujarnya.

Insiden itu menyebabkan dua pekerja mengalami luka dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika. Polisi terus memantau kondisi kedua korban sambil menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Baca Juga :  Madu Baduy Palsu dan Praktik Aborsi Jadi Kasus Menonjol Selama 2020 di Banten

Maruli mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang masih berlangsung.

Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd