Beranda Peristiwa Polisi Menduga Ada Tiga Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online di Tangerang

Polisi Menduga Ada Tiga Pelaku Pembunuh Sopir Taksi Online di Tangerang

Ilustrasi - foto istimewa detik.com

 

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan, dugaan sementara ada tiga pelaku pembunuhan pengemudi taksi online, JST yang jenazahnya ditemukan mengambang di Sungai Ciracap, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu (7/11/2018).

Ketiga pelaku berinisial FF, REH dan RLP. Salah satu pelaku, FF telah ditangkap di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (9/11/2018). Sementara REH dan RLP melarikan diri saat hendak dilakukan penangkapan.





“Tersangka melakukan aksi itu bersama kedua rekannya berinisial REH dan RLP yang kini sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),” ujar Sabilul saat dihubungi Kompas.com, Jumat malam.

Sabilul mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Dari hasil penyelidikan telah terkumpul sejumlah barang bukti pembunuhan JST. Di antaranya dua buah celana dan baju yang digunakan FF saat melakukan pembunuhan, sebuah Grab Card milik korban, sebilah pisau, sebuah batu, karung, dan pakaian milik korban.

“Saat ini, tim masih melakukan perburuan dan mohon doanya agar semua pelaku tertangkap dan kasus segera terungkap tuntas,” ujarnya.

Jenazah JST ditemukan mengambang dengan tangan dan kaki terikat tali tambang di Sungai Ciracap, Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu lalu.

Anak JST, H mengatakan, ayahnya itu menghilang sejak tanggal 5 November. Sebelum menghilang, JST menjemput seorang perempuan berinisial Y dari Duta Harapan Indah, Jakarta Utara untuk diantara ke Kapuk Pasar Alam, Jakarta Barat.

JST menerima order pukul 22.15 WIB dan diperkirakan tiba di lokasi penjemputan pukul 22.35 WIB. Namun, pada pukul 22.44 WIB, ponsel milik JST tak lagi aktif. Rabu, keluarga mendengar kabar ada jenazah yang mengambang di kali yang berada di Pasar Kemis, Tangerang.

Keluarga H mendatangi Mapolsek Pasar Kemis dan meyakini bahwa jenazah tersebut merupakan JST. Keyakinan itu berasal dari foto dan pakaian yang dikenakan jenazah mirip dengan pakaian JST. (Red)