Beranda Hukum Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Mayat dalam Karung di Panimbang

Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Mayat dalam Karung di Panimbang

108
0
Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengaku mengalami sedikit kesulitan mengungkap identitas mayat dalam karung yang ditemukan di bawah jembatan Cisekeut Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang.

Pasalnya, mayat yang kedua ini berbeda dengan mayat yang ditemukan sebelumnya dimana kondisi mayat ini kulitnya sudah terkelupas dan retina mata rusak, sehingga polisi harus bekerja ekstra untuk menentukan  identitas korban. Ditambah lagi belum ada warga yang melapor ke kepolisian terkait kehilangan anggota keluarganya.

Selain itu polisi juga belum menerima laporan resmi dari tim identifikasi sehingga identitas belum bisa diketahui, namun dari hasil sementara polisi menyimpulkan bahwa ada kekerasan di dalam penemuan mayat tersebut yang menyebabkan korban meninggal.

“Identitas mayat yang ditemukan yang kedua ini belum kami ketahui identitasnya karena sudah rusak semua, tangan-tangannya kemudian kulitnya sudah terkelupas sehingga untuk mengetahui sidik jari ini agak susah. Kemudian matanya karena ditutup lakban retinanya itu rusak, sehingga untuk mengenali identitasnya kami agak kesulitan tapi kami akan mencoba terus untuk mengetahui identitasnya. Artinya ada kekerasan sehingga korban tersebut meninggal,” beber Kapolres, Kamis (11/4/2019).

Kapolres juga mengaku belum bisa memastikan apakah mayat kedua yang ditemukan masih ada keterkaitan dengan mayat yang sebelumnya ditemukan juga, jika melihat kondisi korban dan bekas luka memang ada beberapa persamaan dan perbedaan yang didapat.

“Untuk keterkaitan dengan yang sebelumnya belum bisa kami simpulkan, kalau kami lihat cukup banyak luka, di perutnya ada, di pelipisnya ada kemudian matanya dilakban. Namun yang berbedanya bahwa mayat yang kedua ini tidak kami temukan batu di dalam karung itu. Dari luka ada yang sama dan ada yang tidak, kalau di pelipis itu sama kemudian sayatannya itu berbeda,” terangnya. (Med/Red)