Beranda Hukum Polisi dan Wakasek SMAN 1 Serang Beda Keterangan soal Terduga Pelaku Pemukulan...

Polisi dan Wakasek SMAN 1 Serang Beda Keterangan soal Terduga Pelaku Pemukulan Anggota Paskibra

Tangkapan layar dugaan pengeroyokan pelajar oleh kakak kelas. (Istimewa)

SERANG – Polresta Serang Kota telah menaikkan status penyelidikan dugaan pemukulan terhadap siswa SMAN 1 Kota Serang berinisial SH, ke tahap penyidikan. Polisi menyebut terduga pelaku masih berstatus pelajar yang tak disebutkan asal sekolahnya. Sementara pihak sekolah menyatakan yang terlibat adalah alumni dari sekolah lain yakni SMAN 2 Kota Serang.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Serang Kota, Ipda Febby Mufti Ali, menegaskan penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup terkait tindak pidana dalam kasus tersebut.
“Masih proses, sudah (naik ke penyidikan),” kata Febby, Jumat (19/9/2025).

Meski kasus telah masuk tahap penyidikan, polisi memastikan penyelesaian tetap diarahkan melalui mekanisme diversi. Pertemuan korban dan pelaku dijadwalkan pada 22 September 2025.

“Pelaku statusnya masih pelajar, masih di bawah umur,” ujarnya.

Namun, keterangan itu berbeda dengan penjelasan pihak sekolah sebelumnya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kota Serang, Neneng Fitria Tari, menyebut alumni SMAN 2 Kota Serang yang membantu melatih tim LTUB (Lomba Tata Upacara Bendera) di sekolahnya sempat menegur korban, tetapi tidak melakukan pemukulan.

“Jadi bukan pelatih resmi Paskibra. Dia alumni SMA 2 yang ikut melatih karena kami sedang persiapan lomba,” kata Neneng.

Sebelumnya, ibu korban, Ely Nusamsiah, menuturkan putranya dipanggil sejumlah senior seusai latihan Paskibra di Stadion Maulana Yusuf. SH kemudian dibawa ke rumah kosong dekat sekolah dan mengalami pemukulan berulang kali oleh tiga seniornya.

“Setelah selesai latihan anak saya bersama temannya dipanggil seniornya ke rumah kosong di sebelah SMAN 1 Serang,” kata Ely, Minggu (14/9/2025).

Menurut Ely, korban dipukul berkali-kali di wajah, perut, bahu, hingga dijambak rambutnya. Para senior juga diduga mencoba merampas sepeda motor korban. SH berhasil melarikan diri dan mendapat pertolongan warga sebelum dibawa ke kantor polisi.

Baca Juga :  Polisi Tahan Pengelola Korsel yang Tewaskan Bocah di Kabupaten Serang

“Akibat perbuatan seniornya, anak saya dirawat di rumah sakit Bhayangkara karena mengalami trauma dan luka-luka,” ucap Ely.

Pihak sekolah membantah adanya pengeroyokan. Neneng menegaskan pemukulan hanya dilakukan satu orang yang ikut melatih LTUB. Peristiwa itu disebut berawal ketika korban menggeber sepeda motornya di sekitar stadion usai latihan, yang memicu teguran dari pelatih muay tha

“Karena ulah itu, pelatih muay thai menegur dan meminta peserta LTUB melakukan push up,” ujar Neneng, Senin (15/9/2025).

Menurut Neneng, teguran itu membuat sejumlah siswa kesal. Percakapan di grup WhatsApp kemudian menyoroti korban sebagai penyebab hukuman.

“Anak-anak bilang, ‘gara-gara kamu, kita disuruh push up’. Nah, setelah itu ada alumni yang ikut melatih LTUB mendekati korban. Saat dibawa ke samping sekolah, terjadilah pemukulan oleh satu orang, bukan pengeroyokan,” katanya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: TB Ahmad Fauzi