Beranda Peristiwa Polisi Dalami Laporan Keributan Supporter di Kragilan Kabupaten Serang

Polisi Dalami Laporan Keributan Supporter di Kragilan Kabupaten Serang

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea

SERANG – Polisi dalami dugaan penganiayaan buntut dari keributan yang melibatkan sejumlah pendukung Persija Jakarta dan Persib Bandung di wilayah Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, pada Minggu (7/6/2026)  malam lalu.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor STPL/244/VI/SPKT I DITRESKRIMUM/2026/POLDA BANTEN dengan pelapor bernama Syahbayu Ibnu Praditiyo (27) warga Kampung Buah Gede, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan polisi kini tengah menyelidiki dugaan tindak kekerasan yang terjadi dalam peristiwa tersebut.

“Dari kejadian itu ada satu orang yang mengaku menjadi korban sudah melapor. Kami akan melakukan penyelidikan siapa terduga pelaku yang ada di TKP dan yang melakukan dugaan kekerasan,” kata Maruli, Rabu (10/6/2026).

Menurut dia, informasi awal yang diperoleh polisi menunjukkan terdapat atribut Viking, kelompok pendukung Persib Bandung, di lokasi kejadian. Namun begitu, penyidik saat ini memfokuskan penanganan perkara pada laporan korban yang telah masuk kepada pihaknya.

“Informasi awal itu memang ada bendera Viking di lokasi seperti sekretariat. Namun apa pun itu, saat ini memang ada korban. Itu yang kita putuskan,” jelasnya.

Maruli bilang, pihaknya akan mengantisipasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan kerugian.

“Kita menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar bisa menjaga diri. Tidak boleh ada penganiayaan, tidak boleh ada pemukulan, dan tidak boleh ada perbuatan-perbuatan yang mencederai perasaan orang lain,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Kragilan, Kompol Dwi Hary Bagio Sunarko, menjelaskan bahwa polisi masih mendalami motif rombongan suporter yang berkeliling di sekitar lokasi sebelum penyerangan terjadi.

Baca Juga :  Polsek Kragilan Gencar Monitoring Ketersediaan Stok dan Harga Minyak Goreng

“Tidak tahu motifnya apa mereka keliling-keliling itu. Mungkin waktu mereka keliling ada bendera Viking,” ujarnya.

Ia mengaku, setelan kejadian polisi melakukan pengecekan lokasi dan menindaklanjuti informasi mengenai seorang anak yang diduga menjadi korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan anak tersebut tidak mengalami luka akibat kekerasan.

“Anak itu hanya terkena darah bapaknya. Karena bapaknya mengalami luka di bagian wajah akibat pukulan, darahnya mengenai baju anak tersebut,” ungkapnya.

Dengan begitu, ia mengimbau seluruh kelompok suporter untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Menurutnya, peristiwa itu diduga melibatkan sejumlah oknum yang masih berada di sekitar lokasi setelah sebelumnya membubarkan diri dengan pengawalan petugas.

“Kami berharap tidak ada lagi penyerangan-penyerangan seperti ini. Jika ada kejadian serupa, masyarakat bisa menghubungi layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.

Penulis: Rasyid
Editor TB Ahmad Fauzi