Beranda Hukum Polda Banten Minta Warga Tak Terprovokasi Hoaks Penculikan Anak

Polda Banten Minta Warga Tak Terprovokasi Hoaks Penculikan Anak

Wakil Direktur Tipideksus Kombes Whisnu Hermawan Februanto (Foto: Wahyu/bantennews.co.id)

SERANG – Polda Banten mengimbau masyarakat tidak resah karena informasi hoaks soal kasus penculikan anak yang marak tersebar melalui media sosial belakangan ini. Kendati demikian, pihak Polda Banten meminta warga tetap waspada.

“Isu tersebut membuat situasi masyarakat Banten tidak kondusif. Masyarakat supaya waspada jangan mudah terpengaruh dan terpancing isu tersebut,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Whisnu Caraka kepada awak media di Kota Serang, Banten, Rabu (1/11/2018).

Whisnu juga berharap masyarakat tidak terprovokasi dan melakukan aksi persekusi terhadap oknum yang dicurigai. “Jangan main hakim sendiri. Karena hari ini sudah ada peristiwa di Pandeglang, ada warga yang mengidap epilepsi malah dipukuli dan dianiaya. Sekarang sudah dikembalikan ke keluarganya. Jangan sampai di tempat lain terjadi,” kata Whisnu.

Isu penculikan anak tersebut menurut Whisnu sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk membuat kegaduhan menjelang kontestasi politik di tanah air. “Isu hoaks ini juga yang membuat seolah petugas penegak hukum lemah dalam menjalankan tugasnya.”

Sebelumnya, Polsek Pandeglang mengamankan seorang pria yang dikerumuni massa karena diisukan sebagai pelaku penculikan anak. Pria itu diamankan dari depan salah satu Bank di Kampung Curug Sawer, Pandeglang, Banten.

Awalnya pria tersebut mondar mandir di depan halaman bank, karena dianggap mengganggu pengunjung dan menarik perhatian banyak warga petugas keamanan bank mengamankan dan langsung menelpon pihak kepolisian.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Polsek Pandeglang diketahui pria tersebut bernama Rujai (45) warga Kampung Pasir Angin RT 005 RW 002, Desa Pagerbatu, Kecamatan Majasari dan diketahui juga bahwa Rujai mengalami penyakit epilepsi. (You/Med/Red)