Beranda Pemerintahan Plt Walikota : Pembangunan Pelabuhan Warnasari, Tidak Sebesar Gegemborannya !

Plt Walikota : Pembangunan Pelabuhan Warnasari, Tidak Sebesar Gegemborannya !

Edi Ariadi - foto Gilang Fattah/BantenNews.co.id

CILEGON – Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengeluarkan pernyataan pedas terkait dengan rencana Pemkot untuk membangun pelabuhan Warnasari. Menurutnya rencana pembangunan pelabuhan itu terkesan lambat dan belum menunjukkan hasil signifikan yang dapat dibanggakan. Dan bahkan tidak sebanding dengan gaung rencana pembangunan yang terlalu digembar gemborkan.

“Gegemborannya itu (rencana pembangunan pelabuhan Warnasari) sudah kayak gunung Krakatau meletus. Tapi pelaksanaannya? tahu sendiri kan,” sindir Edi, Selasa (21/8/2018).

Satire Edi ini cukup beralasan, mengingat sejak Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 45 hektar untuk pelabuhan itu dikuasai Pemkot pada 2011 silam, hingga saat ini program yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) itu baru masih dalam tahap persiapan rencana kerja sama konsesi, setelah akhir Agustus 2017 silam dilakukan ground breaking.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, rencana kerja sama konsesi Warnasari itu akan dibangun Pemkot Cilegon melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) selaku badan usaha daerah dengan Kesyahbandaran, Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Banten lewat pemecahan sertifikat HPL seluas 10 hektar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilegon.

Untuk memantapkan rencana itu, kata Edi, pihaknya dalam waktu dekat dirinya akan menginstruksikan sejumlah pejabat daerah untuk mempelajari rencana kerja sama sejenis yang sudah dilakukan lebih dulu oleh Kota Probolinggo, Jawa Timur bekerja sama dengan KSOP setempat.

“Nanti Asda II mau ke Probolinggo. Karena katanya Probolinggo sudah ngasih konsesi ke KSOP. Kalau bisa dipelajari dulu konsepnya seperti apa, barulah lihat fisik di sana, katanya konsesinya 35 tahun. Perlulah kita kesana, kita kan masih bodoh. Dia (Kota Probolinggo) kan sudah ada dermaganya, ada apanya, kalau kita kan baru tanahnya tok. Sejauh mata memandang cuma air air doang,” katanya.

Seraya mempersiapkan materi untuk studi banding ke Probolinggo, lanjut Edi, dirinya pun menginstruksikan sejumlah pejabat Cilegon untuk memanfaatkan kesempatan guna menemui pejabat Probolinggo yang dalam waktu dekat juga akan bertandang ke Kementerian Perhubungan di Jakarta.

“Kebetulan juga orang Probolinggonya mau ke Jakarta, jadi bisa juga kita temui di sana,” tandasnya. (dev/red)