Beranda Pilkada Serentak 2020 PKS ‘Pede’ Usung Kader Internal di Pilkada Kota Serang

PKS ‘Pede’ Usung Kader Internal di Pilkada Kota Serang

2666
0
Jajaran pengurus DPD PKS Kota Serang. (Ade)

SERANG – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang masa bhakti 2020-2025 percaya diri alias ‘pede’ akan mengusung kader internal pada pilkada Kota Serang pada 2024 mendatang. Bahkan PKS optimis mengerahkan kader terbaiknya untuk menjadi calon Walikota Serang mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PKS Kota Serang terpilih, Hasan Basri usai menggelar Musyawarah Daerah (Musda) PKS di salah satu rumah makan di Kota Serang, Senin (28/12/2020).

“PKS punya target kadernya harus nyalon jadi walikota dan harus menang di Pilkada Kota Serang 2024 nanti, amanahnya itu,” ujarnya.





Ia menjelaskan hasil Musda PKS Kota Serang yang diselenggarakan secara serentak se-Indonesia dan virtual itu, terdapat lima point penting salah satunya adalah mengusung kader sendiri sebagai calon kepala daerah pada Pilkada 2024.

Tak hanya itu, lanjut Hasan, pihaknya juga membidik peningkatan jumlah kursi di legislatif mencapai 100 persen sehingga target Ketua DPRD Kota Serang bisa tercapai.

“Kalau di DPRD sekarang bisa 5 kursi, maka gimana caranya harus 100 persen naiknya,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Serang ini.

Untuk mencapai target A1 di pilkada nanti, pihaknya selalu terbuka dengan partai politik mana pun, yang terpenting mau berkoalisi dengan PKS. “Ya banyak, tapi belum tahu karena masih dinamis, yang terpenting mau bekerja sama dengan kita,” ucapnya.

Upaya lainnya adalah, mempersiapkan seluruh kadernya untuk meningkatkan popularitas maupun elektabilitasnya yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang.

“Yang sudah teruji secara kualitas/kuantitatif itu di antaranya ada kader yang jadi anggota DPRD Provinsi Banten, atau di Kota Serang ada lima kader yang jadi anggota DPRD. Mereka sudah mempunyai bekal perolehan suara di pemilu yang lalu,” ucapnya.

Menurut Hasan, target tersebut cukup realistis untuk dicapai. Terlebih pada Pilkada 2018 lalu PKS berhasil keluar sebagai partai pemenang dengan mengusung pasangan calon Syafrudin-Subadri Usuludin.

Ia pun menjelaskan bahwa PKS menyalonkan kadernya sebagai A1 pada Pilkada merupakan sebatas target pimpinan partai saja, bukan berarti adanya kekecewaan terhadap kepemimpinan Syafrudin-Subadri.

“PKS memaknai kekuasaan itu kita pegang, kita berikan kontribusi yang lebih. Kalau bicara koalisi sekarang ya jalani saja sebaik-baiknya. Kita sebagai partai pengusung tetap kita bantu Pak Syafrudin sampai selesai,” ujarnya.

Menurutnya tak ada salahnya jika di kepengurusannya melakukan kajian apakah pihaknya melanjutkan koalisi atau mencari koalisi baru dengan partai politik lainnya pada Pilkada mendatang.

“Intinya kalau sesuai amanat Musda kita harus mencalonkan kader di A1,” ucapnya. (Dhe/Red)