
TANGSEL — Warga Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Lamongan, tepatnya di kawasan jembatan Kali Pesanggrahan, yang tidak pernah menyala pada malam hari.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan, terlebih kawasan perbatasan Tangerang Selatan dan Depok itu kerap dilanda banjir.
Pada Senin (20/4/2026) pagi, sebuah mobil dilaporkan terbawa arus hingga terperosok di pinggir jembatan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan gelap tanpa penerangan, termasuk di sekitar pos pantau kali.
“Sudah hampir setahun tidak ada lampu. Pernah dicek, tapi tidak ada perbaikan,” ujar Wawan (30), warga setempat, Senin (20/4/2026).
Ia menilai lambannya penanganan diduga karena lokasi berada di wilayah perbatasan antar daerah.
“Kalau pengecekan lokasi sudah sering, tapi kenyataannya di sini masih gelap saja. Apalagi ini wilayah perbatasan Banten dan Jawa Barat, jadi terkesan saling lempar tanggung jawab,” tambahnya.
Wawan berharap pemerintah segera turun tangan agar tidak menimbulkan korban jiwa.
“Segera diperbaiki, soalnya kalau malam benar-benar gelap. Apalagi kalau banjir, arus kali deras, takut pengendara hanyut,” harapnya.
Sementara itu, petugas keamanan setempat, Tabroni (50), menyebut lampu jalan sebelumnya sempat terpasang, namun kini sebagian besar hilang atau tidak berfungsi.
“Dulu ada, tapi sekarang tinggal satu atau dua lampu saja yang tersisa,” ujarnya.
Selain minim penerangan, Tabroni menambahkan kawasan tersebut juga rawan banjir dan dipenuhi sampah yang diduga merupakan limpasan dari TPA Cipayung.
“Selain lampu mati, juga sering banjir. Kemarin sempat ada longsoran sampah dari Cipayung, lalu warga yang tinggal dekat kali di Tangsel dan Depok ikut terdampak banjir. Sebenarnya sudah dilaporkan ke pihak terkait, tapi belum ada tanggapan,” jelasnya.
Warga mengaku telah berulang kali melapor, namun hingga kini belum ada respons konkret. Mereka mendesak pemerintah segera memperbaiki PJU serta menangani persoalan banjir guna mencegah risiko kecelakaan di lokasi tersebut.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo