Beranda Pemerintahan Pj Gubernur Banten Minta Penanganan Cepat Soal Cacar Monyet

Pj Gubernur Banten Minta Penanganan Cepat Soal Cacar Monyet

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar  mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2023 tingkat SMA/SMK dan SKh Negeri di Provinsi Banten. Hal itu disampaikan Muktabar usai menerima audiensi Komisi V di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (2/6/2022).

SERANG – Kasus virus cacar monyet atau mongkey pox menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, pusat sudah menyatakan status darurat.

Kabar terbaru, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon menyatakan salah satu warga di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, diduga suspect mongkey pox.

Terkait beredarnya virus tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Mutabar meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan penanganan medis apabila ditemukan kasus cacar monyet.

“Terkait (adanya suspect), saya mau cek dulu. Kalau ada (kasus) memang kita lakukan penanganan sesuai kewenangan. Kita juga dipantau (pemerintah) pusat, agar jangan sampai (kasus ini) meluas,” kata Muktabar, Kamis (11/8/2022).

Lebih lanjut, Muktabar mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga telah membangun komunikasi demgan kabupaten/kota terkait penanganan virus mongkey pox.

“Sudah kita komunikasikan, bagaimana langkah-langkah teknis melakukan penanganan. Apakah melakukan isolasi. Kan ada tingkatan infeksinya. Makanya kita cek betul, kalau sudah mengkhawatirkandan akan menjadi sebaran kita akan ambil langkah teknis,” katanya.

Saat ditanya apakah dirinya sudah me dapatkan update terbaru terkait penyebaran virus tersebut di Banten, Muktabar mengaku, informasi yang didapatnya baru dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kayanya waktu itu (informasinya) di Tangsel. Tapi kita tetap mencari informasi tambahan. Kalau ada kesamaan ciri-ciri (gejala virus) kita akan ambil tindakan,” ucapnya.

Menurut Muktabar, informasi terkait cacar monyet baik dari gejala hingga penanganannya harus tepat.

“Kesehatan ini kan sensitif, harus tepat analisisnya. Makanya saya masih mencafi informasinya, saya ingin cek betul,” ujarnya.

Selain itu, Muktabar juga memastikan, setiap penanganan kesehatan seluruh tenaga kesehatan tetap memgikuti standar operating procedure (SOP).

“Jadi tetap ada pengawasan dari internal, kaya doktet dan lain sebagainya. Dan itu sesuai SOP,” tandasnya. (Mir/Red)