Beranda Bisnis Pisang Ambon dari Banten Diminati di Arab Saudi

Pisang Ambon dari Banten Diminati di Arab Saudi

723
0
Eka Suryana. (Ist)

 

SERANG – Sosok Eka Suryana bisa menjadi salah satu bukti bahwa petani bisa punya peluang ekonomi yang menjanjikan. Empat tahun kerja kerasnya menanam pisang terbayar ketika ia mendapat penawaran untuk ekspor pisang ke Arab Saudi melalui sebuah perusahaan eksportir di Bandung, Jawa Barat.

Pisang yang rencananya akan di ekspor ke Arab Saudi itu, sebelumnya telah dilakukan survey dan uji sampel oleh pihak kedutaan Arab Saudi di Indonesia. Hasilnya pisang ambon asli Banten ternyata mengalahkan pisang ambon dari daerah lain, karena rasa dan ukuran pisang yang beda.

“Alhamdulillah, saya mendapat kabar baik dari seorang sahabat di Bandung, katanya Pisang Ambon asli Banten ini akan di kirimkan ke Kedutaan Arab Saudi, di Kota Jeddah,” ungkap Eka Surya melalui sambungan telephone, Jumat (26/6/2020).

Eka menjelaskan, permintaan untuk memasok Pisang Ambon Banten, awalnya berdasarkan permintaan dari kedutaan Arab Saudi, yang berada di Jeddah. Hal itu dikarenakan, kata dia, Pisang Ambon Banten Selatan secara kualitas maupun kuantitas sangat bagus.

“Arab Saudi meminta Pisang Ambon Banten, karena kualitas bagus. Beda wilayah, beda rasa. Wilayah lain tidak sebagus di Banten selatan, manis dan kenyal. Dimasak pun mengeras,” kata Eka.

Eka juga mengakui, dirinya dalam sehari bisa mengirim sebanyak 1 ton sampai 2 ton Pisang Ambon, melalui perusahaan eksportir di Bandung, Jawa Barat.

“Dengan di back up perkebunan Eka Karya Farm, kita bisa mempersiapkan kemasan menarik. Pisang di masukan ke dalam peti dan dibungkus daun pisang. Setelahnya di kirim ke kantor cabang perekonomian Arab Saudi di Bandung,” jelasnya.

Selama budi daya Pisang, Eka menyayangkan, Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Provinsi Banten, sangat minim perhatian terhadap petani pisang. Padahal ia meyakini pisang merupakan salah satu hasil buah-buahan yang memiliki potensi pasar luar biasa.

“Sayaa membuka kesempatan bagi siapapun yang mau riset ke tempat perkebunan pisang ambon miliknya untuk sampel kualitas. Sehingga pisang dari Banten Selatan bisa benar-benar bersaing dengan pisang dari daerah luar Banten,” ujar nya.

Ia memaparkan, kendala untuk budi daya pisang Ambon seringkali kesulitan dalam mendapatkan bibit unggul. Sehingga ia mengajak agar petani-petani untuk budi daya bibit dan pemerintah setempat dapat melalukan pembinaan terhadap para petani pisang.

Eka menjelaskan, Pisang Ambon ini dapat dipanen setelah satu tahun masa tanam, dan kalau sudah panen satu kali, biasanya pada 3 hingga 6 bulan kedepan sudah bisa dipanen lagi, begitu seterusnya.

“dibandingkan dijual di lokal, harga jual untuk ekspor tentu lebih tinggi, karena memang pisangnya di sortir dan memakai kemasan yang harus benar-benar bagus, jadi saya mengajak pada para petani pisang agar menanam pisang Ambon asli Banten, dan saya siap menampung,” tutupnya. (You/Red)