Beranda Pariwisata Pesona Curug Pancuran di Kabupaten Lebak

Pesona Curug Pancuran di Kabupaten Lebak

286
0
Curug Pancuran merupakan salah satu destinasi wisata alam tersembunyi yang berada di  Kabupaten Lebak

LEBAK – Curug Pancuran merupakan salah satu destinasi wisata alam tersembunyi yang berada di  Kabupaten Lebak. Dengan menawarkan alam yang indah dan asri, Curug Pancuran di Kampung Cibarani, Desa Lebak Sangka, Kecamatan Lebak Gedong ini memiliki pesona menarik untuk dinikmati.

Emis (40), warga Kampung Cibarani yang berinisiatif untuk mengelola Curug Pancuran tersebut mengungkapkan, nama Curug Pancuran memiliki arti air yang memancur. Sesuai dengan namanya air terjun tersebut memancurkan air yang sangat deras dan indah dari ketinggian puluhan meter.

“Nama Curug Pancuran ini memang tidak setenar Curug Cihear karena masih banyak yang belum tahu pesona Curug Pancuran ini seperti apa,” ungkapnya, Sabtu (14/7/2018).

Lokasinya yang cukup tersembunyi serta panorama yang indah berhasil membuat penasaran banyak traveller. Dengan pesona yang cantik, Curug Pancuran ini benar-benar menampilkan air terjun yang sangat menawan.

Mulai dari tebing-tebing yang mengelilingi Curug Pancuran juga air terjunnya yang mengalir deras selalu berhasil membuat traveller yang berkunjung merasa betah dan ingin berlama-lama di sana. Curug ini juga memiliki kolam yang tidak terlalu dalam sehingga aman untuk para pengunjung yang ingin berenang di curug tersebut.

Walaupun begitu, keberadaan Curug Pancuran masih terasa asing bagi telinga masyarakat Kabupaten Lebak. Selain itu, untuk mengakses Curug ini para pengunjung harus terlebih dahulu melewati medan yang sangat sulit untuk dilalui.

Dengan akses yang minim, jalan menuju lokasi ini bisa tergolong rusak, dengan letak Kampung Cibarani sendiri yang berada di ujung bukit. Untuk mengaksesnya para pengunjung harus terlebih dahulu melewati jalan persawahan dan tanjakan di tengah hutan yang memiliki satu jalur, atau hanya bisa dilewati oleh motor atau sepeda.

Emis menjelaskan, untuk mengakses curug ini para pengunjung harus menempuh jarak 32 KM dari pusat kota Rangkasbitung.

Dirinya mengatakan, kondisi jalan yang cukup memperihatinkan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pengunjung untuk menuju Curug Pancuran.

“Sering kali terdapat pengunjung yang motornya mogok sebelum bisa menaklukkan tanjakan yang bisa dibilang cukup curam, sehingga untuk melanjutkan perjalanannya mereka harus mendorongnya terlebih dahulu,” jelasnya.

Dengan begitu, dirinya mengharapkan pemerintah setempat dapat membantu membenahi akses menuju curug tersebut agar mudah untuk dilewati.

Kata Emis, jika akses menuju Kampung Cibarani sudah mudah untuk dilalui, maka Kampung Cibarani yang awalnya merupakan perkampungan yang tertinggal dapat berubah menjadi kampung wisata dengan memiliki segudang objek wisata.

“Selain Curug Pancuran sendiri, disini masih ada 6 curug lagi yang tidak kalah dengan Curug Pancuran dan jaraknya juga lumayan deket dari Curug Pancuran. Saya yakin kalau jalannya sudah bagus, curug ini pasti bakal rame tiap minggunya sama para pengunjung,”tambahnya.

Sementara itu, Samsul Arifin seorang pengunjung asal Rangkasbitung mengatakan, sangat menikmati pesona alam yang Curug Pancuran tawarkan. Kondisi alam yang masih asri dan jauh dari kebisingan perkotaan membuat dirinya dan rombongan betah untuk berlama-lama disini.

“Dari sekian banyak curug yang saya jelajahi bersama dengan teman-teman, saya rasa cuma di sini (Curug Pancuran -red) yang airnya bener-bener jernih berbeda dengan curug  lainnya,” ucapnya. (Tra/Ali/Red)