Beranda Peristiwa Peserta Tangsel Fun Walk & Run Protes Medali Tak Dibagikan, Dispora Sebut...

Peserta Tangsel Fun Walk & Run Protes Medali Tak Dibagikan, Dispora Sebut Bukan Acara Resmi Pemkot

Peserta memprotes acara Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 (dok. Tangkapan layar vidio kanal Instagram @tangselinfo)

TANGSEL – Sejumlah peserta Tangsel Fun Walk & Run Festival 2026 memprotes penyelenggaraan ajang lari 5 kilometer yang digelar di kawasan CFD BSD, Kota Tangerang Selatan, Minggu (2/8/2026). Keluhan bermunculan setelah medali finisher yang dijanjikan tak kunjung dibagikan. Peserta juga mengeluhkan perubahan jadwal pengambilan race pack, antrean panjang, hingga doorprize yang disebut tidak pernah direalisasikan.

Berdasarkan video yang viral di media sosial, seorang peserta menyampaikan protes menggunakan mikrofon di hadapan peserta lain. Ia menilai penyelenggara tidak memenuhi hak peserta dan menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Event Organizer (EO) Terang Kreasi itu memungut biaya pendaftaran sebesar Rp150 ribu per peserta.

Dalam video yang beredar, peserta menyebut sejumlah kejanggalan sudah terlihat sejak awal pelaksanaan kegiatan. Saat peserta mulai berdatangan untuk mengikuti start pada pukul 06.00 WIB, hampir tidak ada panitia yang terlihat di lokasi.

“Peserta berdatangan untuk start pukul 06.00 WIB, namun sudah timbul kecurigaan karena tidak ada satu pun panitia lomba. Yang ada hanya bike marshal,” demikian keterangan dalam video yang beredar.

Persoalan berlanjut setelah peserta menyelesaikan lomba. Medali finisher yang dijanjikan dalam materi promosi tak kunjung dibagikan. Menurut peserta, panitia beralasan medali masih dalam perjalanan dari Bandung menuju lokasi acara.

“Hari ini acara fun run, medalinya belum sampai. Informasinya masih di Cipularang. Panitia juga tidak ada yang tampil untuk memberikan penjelasan di depan peserta,” lanjut peserta dalam video tersebut.

Minimnya penjelasan resmi membuat banyak peserta bertahan di lokasi dengan harapan medali segera tiba. Namun hingga acara berakhir, medali tak kunjung dibagikan sehingga sebagian peserta memilih pulang dengan rasa kecewa.

Baca Juga :  Cegah Keracunan Usai Kebakaran Gudang Kimia, Pemkot Tangsel Siagakan Puskesmas

Keluhan juga muncul terkait pengambilan race pack. Semula panitia mengumumkan race pack dapat diambil selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Namun menjelang pelaksanaan acara, jadwal tersebut diubah sehingga pengambilan hanya dilakukan pada Sabtu. Perubahan mendadak itu memicu antrean panjang.

Selain medali, peserta juga mempertanyakan doorprize yang sebelumnya dipromosikan sebagai salah satu fasilitas kegiatan.

“Setelah finis tidak ada panitia yang membagikan medali. Doorprize juga tidak ada. Banyak peserta kecewa dan sempat membahas kemungkinan melapor ke pihak kepolisian,” ujar peserta lainnya.

Dalam materi promosi, penyelenggara menjanjikan sejumlah fasilitas kepada peserta, antara lain race pack, refreshment, doorprize, dan finisher medal.

Sementara itu, Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan, Deden Umaidi, menegaskan Tangsel Fun Walk & Run bukan merupakan program maupun kegiatan resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Kegiatan Tangsel Fun Run & Walk diselenggarakan sepenuhnya oleh pihak Event Organizer (EO) sebagai penyelenggara dan bukan merupakan program maupun kegiatan resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima BantenNews.co.id, Minggu (2/8/2026).

Deden mengatakan penyelenggara sebelumnya memang telah mengajukan permohonan perizinan kepada Dispora Kota Tangerang Selatan dan Polres Tangerang Selatan untuk menggelar kegiatan tersebut.

“Benar bahwa sebelumnya pihak penyelenggara telah mengajukan permohonan perizinan kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan serta Polres Tangerang Selatan untuk menyelenggarakan kegiatan fun run di wilayah Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Ia memastikan Dispora akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap pengajuan penyelenggaraan event olahraga di Kota Tangerang Selatan.

Evaluasi tersebut meliputi rekam jejak penyelenggara, konsep kegiatan, kesiapan operasional, jumlah peserta, aspek pengamanan, hingga pemenuhan seluruh fasilitas yang dijanjikan kepada peserta.

Baca Juga :  Belasan Tahun Menanti, Akhirnya Warga TBL Kota Serang Merasakan Jalan Berhotmix

“Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan setiap penyelenggara memiliki kesiapan yang matang sehingga tidak mengecewakan masyarakat, khususnya para peserta,” ujarnya.

Menurut Deden, langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sekaligus menjaga kredibilitas penyelenggaraan event olahraga di Kota Tangerang Selatan.

“Penyelenggara akan kami masukkan ke dalam daftar hitam atau blacklist sehingga tidak lagi diberikan izin untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga di Kota Tangerang Selatan, sesuai dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku,” tandasnya.

Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo