Beranda Hukum Perusahaan Bantah Ambruknya TPT di TPI Labuan Bukan Efek Pembangunan JPO

Perusahaan Bantah Ambruknya TPT di TPI Labuan Bukan Efek Pembangunan JPO

TPT di TPI 3 Labuan ambrol diduga akibat adanya pembangunan JPO.

PANDEGLANG – Pelaksana salah satu program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yakni Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 3 Labuan, PT Pubagot membantah jika ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi tersebut akibat adanya pembangunan JPO.

Humas PT Pubagot, Dadi Supiadi mengatakan ambruknya TPT di TPI 3 Labuan diduga karena usia bangunan yang sudah tua serta adanya normalisasi sungai yang mengakibatkan sebagian TPT menggantung.

Mengenai hal tersebut, kata Dadi, perusahaan serta dinas terkait sudah melihat ke lokasi dan melakukan pengukuran pada TPT yang ambruk.

“Memang tembok (TPT) itu sudah tua terus juga bukan di JPO itu akibat pengerukan normalisasi sungai, setelah normalisasi sungai tembok (TPT) mereka menggantung tapi kalau sama Pubagot sudah dilihat dan diukur kayanya kalau sudah diukur bakal diperbaiki dan pak Jumadi (Kepala TPI) juga ikut pengukurannya,” katanya, Jumat (15/10/2021).

Namun Dadi menegaskan bahwa perusahaan hanya akan memperbaiki TPT yang dibongkar oleh perusahaan saja, sedangkan TPT yang ambrol diduga akibat adanya pembangunan JPO bukan tanggungjawab perusahaan.

“Nah itu pasti akan dibetulkan kembali, kan belum beres pekerjaannya. Tapi pasti semuanya ada keberesan. Nah yang terkena JPO yang kami bongkar akan dibetulkan kembali kalau yang terdampak engga bisa kan sudah menggantung tadinya juga,” tegasnya.

Terpisah, Kepala TPI 3 Labuan, Jumadi mengatakan bahwa ada 2 kemungkinan penyebab ambruknya TPT. Kedua faktor tersebut yakni usia bangun yang sudah tua serta dampak adanya dari pembangunan JPO.

“Di situ (lokasi TPI) kan ada pembangunan JPO, dia mutusin pondasi yang ada di TPI. Maka terjadilah kehancuran kayak gini karena tembok penahannya enggak ada, amblas jadinya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, nelayan yang berada di TPI 3 Labuan mengeluhkan TPT di sekitar lokasi TPI ambruk hingga mengganggu aktivitas bongkar muat kapal lantaran sulit menepi.

Selain itu, jembatan sementara yang dibangun oleh perusahaan untuk aktivitas pengecoran tiang di tengah sungai juga mengganggu lalu lintas kapal saat akan pergi atau pulang dari laut. (Med/Red)