CILEGON – Perusahaan Umum Daerah Cilegon Mandiri (Perumda CM) mengubah pola bantuan bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Pulomerak. Tahun ini, perusahaan tidak lagi mengirim air bersih menggunakan truk tangki, melainkan menyalurkan bantuan dana melalui pemerintah kecamatan.
Direktur Perumda CM, Ikhwan Kurniawan mengatakan, perubahan skema tersebut mempertimbangkan kondisi geografis Pulomerak yang memiliki medan terjal dan sulit dilalui kendaraan pengangkut air.
“Medannya cukup sulit, sehingga tidak sembarang truk tangki bisa masuk. Harus yang sudah berpengalaman. Dulu truk kami bahkan sempat masuk jurang saat mengirim bantuan air,” kata Ikhwan, Rabu (22/7/2026).
Perumda CM telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp11,5 juta kepada Kecamatan Pulomerak. Perusahaan juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon agar penanganan kebutuhan air bersih bagi warga berjalan lebih efektif.
Ikhwan menjelaskan, bantuan dana dinilai lebih tepat karena pemerintah kecamatan lebih memahami kebutuhan dan kondisi wilayah yang terdampak kekeringan.
Di sisi lain, Perumda CM memastikan layanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal meski musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Ikhwan, pasokan air baku masih mencukupi karena Perumda CM memperoleh suplai dari Krakatau Tirta Industri (KTI).
“Sejauh ini tidak ada gangguan debit air dan distribusi kepada pelanggan masih berjalan normal. Tahun ini memang diprediksi kemarau lebih kering hingga Oktober, tetapi kondisi kami masih aman,” ujarnya.
Selain menangani kebutuhan darurat saat kemarau, Perumda CM juga memperluas jaringan perpipaan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih.
Ikhwan mengatakan, jaringan perpipaan sudah menjangkau wilayah Cipala dan akan terus diperluas ke kawasan dengan kontur yang lebih tinggi agar warga memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan.
“Kami mencari solusi agar penyelesaiannya tidak hanya bergantung pada bantuan air bersih. Di Cipala sudah kami layani dengan jaringan perpipaan, termasuk pembangunan pipa ke wilayah yang memiliki kontur lebih tinggi,” tutupnya.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
