Beranda Peristiwa Pertalite di SPBU Kedaton Tangerang Diduga Tercampur Air, Sejumlah Kendaraan Mogok

Pertalite di SPBU Kedaton Tangerang Diduga Tercampur Air, Sejumlah Kendaraan Mogok

Warga menunjukan sampel BBM jenis pertalite yang diduga bercampur air. (Istimewa)

KAB. TANGERANG – Sejumlah pemilik kendaraan mengalami insiden tak mengenakan usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Kedaton, Jalan Raya Pasar Kemis–Cikupa, Kabupaten Tangerang.

BBM jenis Pertalite yang dibeli di SPBU bernomor 34-15705 tersebut diduga bercampur air. Akibatnya, sejumlah kendaraan mendadak mengalami gangguan hingga mogok tak lama setelah pengisian.

Salah satu korban, Roni Gunawan, mengisi BBM pada, Kamis (22/1/2025) sekita pukul 08.00 WIB. Saat itu, ia sempat melihat satu kendaraan lain tengah dicek kendaraan di area SPBU, namun tidak menaruh curiga.

Namun, setelah menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju Perumahan Suvarna Sutra, kendaraan Roni mendadak bermasalah.

“Di pertigaan klaster, mobil saya tiba-tiba brebet. Begitu sampai pos sekuriti langsung mati,” ujar Roni saat dikonfirmasi BantenNews.co.id, Jumat (23/1/2026).

Roni sempat mencoba menyalakan kembali mobil Toyota Calya miliknya beberapa kali, namun tidak berhasil. Ia pun mulai mencurigai kualitas BBM, mengingat kondisi kendaraan sebelumnya dalam keadaan normal.

Kecurigaan itu semakin kuat setelah Roni menyampaikan keluhan ke grup WhatsApp warga.

Tak berselang lama, sejumlah warga lain melaporkan mengalami kejadian serupa usai mengisi BBM di SPBU Kedaton. Bahkan tetangganya mengalami hal serupa.

Roni mendatangi kendaraan rekannya yang mogok bersama pihak sekuriti. Selain itu, Ia juga mendapati seorang pengendara asal Rajeg telah mengambil sampel BBM dari tangki kendaraannya yang diduga mengandung air.

“Saya lihat airnya banyak banget. Setelah kita ambil sampel di kendaraan dia, betul sekitar 70 persen isinya air,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima Roni berjumlah sembilan kendaraan, dengan rincian delapan mobil dan satu unit motor menjadi korban BBM tercampur air tersebut.

Seluruhnya mengaku kendaraan bermasalah setelah mengisi Pertalite bersubsidi di SPBU yang sama.

Baca Juga :  Akses Jalan Ditutup Sepihak, Warga Serpong Protes

Akibat insiden itu, pihaknya sudah melakukan komplain ke pihak SPBU melalui supirnya.

Didapati keterangan, jika pihak SPBU baru menerima pengisian baru. Setelah menerima protes, kata dia, akhirnya pihak SPBU menyetop penjualan.

Dari hasilnya komunikasi dengan pihak SPBU mereka berjanji akan menanggung seluruh perbaikan kendaraan para korban. Meskipun pihak SPBU tak menjelaskan mengenai pertalite yang mereka jual bercampur air.

“Dia nggak menjelaskan kalau pertalite ke isi air atau apapun. Tapi dia bicara bertanggungjawab,” ujarnya seraya menyebut kini kendaraan telah dibawa ke bangkel.

Selain Roni, korban lain, Andika Pratama, mengaku kendaraannya mati total setelah melaju sekitar 500 meter usai mengisi BBM di SPBU Kedaton.

Ia terpaksa memanggil mekanik untuk menguras tangki dan memperbaiki sejumlah komponen mobil Honda Yaris miliknya yang terdampak air.

Andika juga mengaku melihat beberapa kendaraan lain mengalami gangguan serupa di sekitar lokasi. Meski pihak SPBU menyatakan bertanggung jawab, ia berharap pengawasan kualitas BBM dapat ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ditingkatkan lagi biar nggak kejadian seperti ini lagi. Kasi alat apa gitu supaya bisa deteksi air supaya gak kejadian seperti ini lagi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Kedaton. Bantennews.co.id masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd