Beranda Advertorial Perpustakaan Keliling Jadi Solusi DPKD Mendekatkan Buku dengan Siswa di Daerah

Perpustakaan Keliling Jadi Solusi DPKD Mendekatkan Buku dengan Siswa di Daerah

48
0
Kepala DPKD Kabupaten Serang Tahyudin. (Ist)

 

SERANG – Minat baca masyarakat, khususnya siswa di Kabupaten Serang sangat tinggi. Terutama mereka yang sekolah di daerah jauh dari perkotaan. Bahan bacaan yang sesuai minat bagi mereka merupakan hiburan yang tak kalah bersaing dengan gawai dan televisi.

Kendala selama ini adalah ketersediaan bahan baca yang sesuai minat mereka. Sebab, perpustakaan di sekolah kerap kali hanya menyediakan bacaan pelajaran sekolah. Bukan buku cerita, komik dan dongeng. Jenis buku yang membuat anak-anak senang dan betah berlama-lama dengan buku.

Hal itulah yang menggerakkan
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang melakukan terobosan untuk hadir mengantarkan buku ke tengah siswa. Perpustakaan keliling atau yang biasa disebut dengan akronim Pusling dan silang layanan menjadi alternatif untuk menghadirkan buku lebih dekat ke tangan siswa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang Tahyudin menyatakan bahwa anak-anak bukan tidak senang membaca. “Tapi bahan bacaan yang mana dulu, mungkin yang tidak sesuai minat mereka. Anak-anak lebih senang dengan cerita, komik, gambar dan sebagainya,” kata Tahyudin.

Bahan bacaan yang baik dan sesuai minat, menurutnya bukan saja dapat membantu menambah informasi bagi siswa, namun dapat menghidupkan daya nalar. Hal itu menjadi penting untuk perkembangan siswa sehingga aktivitas membaca menjadi inklusif dengan

Pelayanan Pusling, menurut Kepala Bidang Pengelolaan Layanan dan Pelestarian Bahan Pustakawan, Heryadi Mapudi menyediakan lima unit kendaraan Pusling. Lima kendaraan tersebut secara bergiliran melakukan pelayanan tiap pekan ke sekolah jenjang SD/MI dan SMP/Mts yang berada di lokasi yang jauh. “Kami prioritas ke daerah terpencil,” kata Heryadi.

Ia mencatat, dalam sepekan ada 2.500 hingga 3.000 pengunjung perpustakaan keliling. Siswa tertarik untuk membaca, kata dia, karena buku yang disediakan disesuaikan dengan minat dan kategori usia siawa. “Buku sudah spesifikasi sesuai dengan layanan pembaca,” jelasnya.

Dalam tiap tempat yang dikunjungi petugas Pusling, siswa tak ubahnya laron yang melihat cahaya lampu. Mereka berebut untuk mengambil buku sesuai minat mereka. Tidak jarang petugas harus rela menunggu siswa menyelesaikan bahan bacaannya.

Di sisi lain, iming-iming doorprize alias hadiah melalui kuis menjadi penambah daya Pusling di mata siswa. “Bisa dilihat, begitu masuk Pusling langsung dirubung anak-anak.”

Untuk menghindari pengulangan buku yang sama di satu tempat, program silang layanan menjadi alternatif yang cukup baik. Perputaran buku dari satu tempat ke tempat lain menjadi pertimbangan agar tidak terjadi pengulangan. Kerjasama yang dilakukan berkisar antara saling meminjamkan buku antar instansi sangat membantu program ini.

Saat ini, ditambahkan Heryadi bahwa
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Serang memiliki
32.520 eksemplar yang terdiri dari 13.479 judul buku. (Advertorial)