Beranda Politik Perolehan Suara Sementara Pilkada Lebak Iti-Ade Raih 76,98 Persen

Perolehan Suara Sementara Pilkada Lebak Iti-Ade Raih 76,98 Persen

114
0
Suasana Konferensi pers Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya - Ade Sumardi - Foto Wahyu Arya/BantenNews.co.id

LEBAK – Dari Data yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak pasangan Iti Octaviani Jayabaya danĀ  Ade Sumardi memperoleh sekitar 76,98 persen suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak mengungguli kotak kosong yang memperoleh sekitar 23.3 persen suara.

Ketua KPU Lebak, Ahmad Safarudin menyampaikan untuk sementara perolehan suara pasangan tunggal Iti-Ade unggul dari kolom kosong dengan meraih 49.345.023 suara atau 76,98 persen suara.

“Total perolehan suara yang masuk atas nama Iti Octavia Jayaba dan Ade Sumardi 49.345.023, kemudian untuk kolom tidak bergambar ini 1.305,426 suara, ini perolehan Binlai dan hasil scan kami. Kalau dipersentase perolehannya Iti itu 76,98 persen kemudian kolom kosong itu 23,3 persen,” ujarnya, Kamis (28/6/2018).

Dikatakan Ahmad, memang di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) kotak kosong berhasil mengimbangi bahkan mengungguli suara pasangan Iti-Ade, namun setelah diakumulasi perolehan suara kotak kosong hanya berhasil meraih 23,3 persen suara.

“Kalau detailnya saya tidak hapal betul ya tapi di beberapa TPS kolom tidak bergambar iniĀ menang dibeberapa TPS atau mengimbangi suara. Kemudian dari akumulasi 1.847 TPS itu akumulasinya hanya 23,3 persen,” ucapnya.

Sedangkan untuk partisipasi pemilih sendiri kata Ketua KPU mengalami penurunan dari Pilkada sebelumnya yakni hanya 66 persen, sedangkan untuk Pilkada sebelumnya mencapai 70 persen. Menurut Ketua KPU, penurunan angka partisipasi ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya calon tunggal yang memengaruhi partisipasi pemilih.

“Partisipasi untuk Pilkada Lebak 66 persen, kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya turun kita ya, sekarang hanya 66 persen sedangkan Pemilu terakhir sampai diangka 70 persen, jadi ada penurunan partisipasi suara. Indikator penyebabnya banyak, pertama mungkin hanya diikuti 1 pasangan calon bisa jadi penyebab kemudian hal-hal dari sisi geografis kita itu ada di beberapa TPS di beberapa daerah kecamatan itu hujan dan lain-lain,” tutupnya. (Med/Red)