Beranda Pemerintahan Permainan Lesung Ratusan Tahun Pukau Walikota dan Wakil Walikota Serang

Permainan Lesung Ratusan Tahun Pukau Walikota dan Wakil Walikota Serang

492
0
Kesenian Bendrongan salah satu kesenian daerah Banten ikut meriahkan fetival budaya Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis(22/9/2019).

SERANG – Kesenian Bendrongan salah satu kesenian daerah Banten ikut meriahkan fetival budaya Kota Serang di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis(22/9/2019). Yang menarik, lesung, alat tradisional wadah yang digunakan menumbuk padi masih eksis memeriahkan acara.

Padahal Lesung milik padepokan kesenian warga Cimoyan, Kelurahan Sepang, Kecamatan Serang telah berusia ratusan tahun.

Di hadapan para pejabat Pemkot Serang, sejumlah warga Cimoyan antusias memainkan kesenian yang mulai punah tersebut. Bahkan Walikota Serang Syafrudin dan Wakil Walikota Serang Subadri pun turut memainkan dan menumbuk Lesung dengan Alu, alat penumbuk padi.

Tak kurang dari tiga menit pejabat Pemkot Serang ikut memainkan kesenian bendrongan hingga menjadi ketukan nada yang menarik perhatian penonton.

Ijay, pembina Padepokan kesenian Bendrongan mengatakan kesenian bendrongan merupakan warisan leluhur warga Cimoyan yang sudah ratusan tahun. Untuk itu ia membentuk padepokan kesenian bendrongan sebagai upaya menjaga tradisi menumbuk padi sebagai budaya warga Cimoyan.

“Lesung ini usianya sudah ratusan tahun mas, jadi ini warisan nenek moyang yang secara turun temurun dijaga sama warga Cimoyan,” ujarnya usai menampilkan kesenian bendrongan.

Ijay menjelaskan saat ini kesenian bendrongan tersebut digunakan untuk acara-acara masyarakat dan pemerintahan seperti pesta panen dindaerah Kota Serang dan juga penyambutan tamu pemerintahan di wilayah Banten. Ia berharap kesenian daerah Banten tetap eksis di era milenial sekarang.

“Sebagai generasi muda, kita harus bangga dengan peninggalan tradisi nenek moyang kita. Karena ini merupakan warisan budaya yang bernilai yang mesti dijaga,” ujarnya.

Dalam pawai budaya ini setiap kelompok berupaya menampilkan ragam khas kebudayaan daerah, baik dari sisi kostum maupun atraksi kesenian. Ada juga beberapa intasnsi yang menampilkan kekhasan kostum atau sarana prasarana di lingkungan kerja mereka. (Dhe/Red)