Beranda Pendidikan Perkembangan Teknologi Kian Pesat, Guru di Banten Ditekankan Adaptif dalam Mengajar

Perkembangan Teknologi Kian Pesat, Guru di Banten Ditekankan Adaptif dalam Mengajar

Ilustrasi

SERANG – Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. Menurutnya, penguasaan teknologi kini menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki tenaga pendidik agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Pandeglang di Hotel Horizon Pandeglang, Kamis (30/7/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi telah membawa perubahan positif terhadap dunia pendidikan, termasuk membantu meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Namun, perubahan yang berlangsung sangat cepat juga menghadirkan tantangan baru bagi para pendidik.

“Teknologi berkembang dengan cepat, guru pun harus bisa mengikuti perkembangan tersebut,” kata Dimyati.

Selain mendorong penguasaan teknologi, Dimyati juga mengingatkan bahwa peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

“Guru itu digugu dan ditiru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Sutoto menjelaskan, kegiatan Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan digelar untuk menjaring perwakilan yang akan mengikuti ajang serupa di tingkat Provinsi Banten.

Sebanyak 115 guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dari jenjang TK, SD, hingga SMP mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta dinilai berdasarkan inovasi serta kemampuan adaptif dan transformatif dalam dunia pendidikan.

Salah seorang peserta, Kepala TK Pembina Kecamatan Cibaliung, Uju Juarsih, mengatakan kegiatan tersebut memberikan banyak wawasan baru, terutama terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Pandeglang.

Ia juga menilai kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan karakter peserta didik agar nilai-nilai seperti gotong royong tetap terjaga di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Baca Juga :  UMN Terus Dukung Mahasiswa Baru Tetap Jadi Generasi Unggul

Tim Redaksi