Beranda Pilkada Serentak 2020 Perjuangkan Yatim, Satpam di Cilegon Ini Ikut Nyaleg

Perjuangkan Yatim, Satpam di Cilegon Ini Ikut Nyaleg

382
0
Asid, satpam yang maju sebagai caleg PPP. (Usman/bantennews)

CILEGON – Pemilu 2019 yang dilaksanakan serentak bersamaan dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) disambut hangat semua kalangan masyarakat. Wajah para caleg pun bermunculan hampir di setiap sudut lokasi dan tempat melalui alat peraga kampanye.

Begitu juga dengan Asid (50), warga Lingkungan Cieriu, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon yang ikut serta dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.

Pria paruh baya yang berprofesi sebagai satpam di salah satu industri di Kota Cilegon ini ikut serta mencalonkan diri menjadi Clcaleg di Pemilu 2019. Meski hanya sebagai petugas keamanan, dia bertekad besar dan optimis bisa menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Cilegon.

Modal nekat dan semangat memperjuangkan anak yatim dan kaum dhuafa adalah motivasi dirinya untuk mencalonkan diri sebagai anggota dewan.

Wartawan BantenNews.co.id, Usman Temposo, Jumat (22/3/2019) berkesempatan berbincang dengan Asid di kediamannya. Pria ramah ini langsung menyambut ketika wartawan tiba.

Dia pun langsung mempersilakan duduk dan menyiapkan air pelepas dahaga yang kebetulan siang itu terik cukup menyengat.

Melalui obrolan santai Asid bercerita tentang dirinya yang nekat nyemplung sebagai Caleg. Hal itu berawal dari kegundahan dirinya ketika kegiatan sosial menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa yang biasa dia laksanakan bersama temannya sempat akan terhenti akibat salah seorang pengurusnya meninggal dunia.

Ya, Asid dikenal di lingkungan sekitar adalah aktivis pegiat sosial yang memperhatikan anak yatim. Kegiatannya pun banyak terpampang melalui foto yang terpajang di sudut rumah dirinya bersama Tarbiyah, istrinya dan kedua anaknya.

“Foto-foto ini adalah kegiatan saya bersama anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini sudah saya jalankan sejak lama,” kata Asid menunjuk foto yang terpasang di dinding rumah.

Asid mengaku merasa gundah dan sedih ketika anak yatim dan dhuafa yang biasa dia urus kini cukup sulit mendapatkan donasi. Bahkan dirinya pun kesulitan mendapatkan bantuan dari Pemkot Cilegon. Sebab prosedur saat ini yang harus ditempuh cukup rumit.

Sementara gaji yang didapatkannya hanya sekitar Rp3,6 juta per bulan, jelas tak mungkin bisa cukup menyantuni anak yatim dan dhuafa yang biasa dia urus.

“Jadi saya nyaleg ini bukan buat gagah-gagahan, tapi ingin memperjuangkan anak yatim dan dhuafa. Kalau jadi anggota dewan setidaknya supaya mudah mencarikan donasi buat mereka. Jadi modal nekat saja saya nyaleg yang kebetulan ada jalan,” katanya.

Gayung pun bersambut, keinginannya mencalonkan diri sebagai Caleg disambut Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Saya ini sama sekali tidak punya uang buat nyaleg, yang katanya nyaleg itu butuh uang banyak. Tapi alhamdulillah, ada yang mau menerima saya menjadi Caleg walaupun gak punya uang. Rizki ini saya jalankan, semoga bisa berkah dan mendapatkan hasil yang terbaik,” harapnya.

Asid pun tak menyangka bahwa ketika dirinya resmi menjadi Caleg, banyak diantara teman ikut menjadi relawan dan membantu membuat alat peraga kampanye untuk dirinya. Bahkan jumlahnya cukup banyak.

“Allhamdulilah banyak teman-teman saya bersedia menjadi relawan dengan ikhlas. Bahkan mau keluar uang untuk bikin kartu nama, kalender dan spanduk. Saya bersyukur sekali,” kata pria murah senyum ini.

Dia berharap pada Pileg 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang bisa mendapatkan suara maksimal. Sehingga dia bisa duduk di Gedung DPRD Kota Cilegon.

“Saya selama ini senang dengan kegiatan sosial khususnya anak Yatim dan Dhuafa. Tujuan saya menjadi anggota dewan memperjuangkan mereka. Karena saya yakin mensejahterakan anak Yatim adalah menyelamatkan lingkungan dan bangsa kita. Itu sudah ditegaskan Rasulullah,” imbuhnya. (Man/Red)