Beranda Opini Perjalanan Masa Pandemi dan Dampaknya

Perjalanan Masa Pandemi dan Dampaknya

Ilustrasi - foto istimewa Tribunnews.com

Oleh : Intan Fitriyanto, Mahasiswa Universitas Pamulang, Prodi Sastra Indonesia

Virus Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada tanggal 2 maret 2020. Berawal dari beberapa orang yang terdeteksi pada saat kembali dari luar negeri, lalu pada tanggal 9 april 2020 pandemi ini sudah mulai tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, dan provinsi lainnya.

Disamping itu adanya wabah virus ini juga berdampak cukup besar bagi aktivitas dan kebiasaan masyarakat di Indonesia. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga perekonomian. Hal ini membuat para petinggi negara betindak cepat agar wabah virus ini tidak semakin merugikan masyarakat, para petinggi negara membuat peraturan agar seluruh masyarakat Indonesia mengenakan masker dan juga saling menjaga jarak, dan tidak lupa selalu mengenakan hand sanitizer.





Pemerintah juga menetapkan peraturan bagi pengendara dimasa seperti ini, yaitu mengurangi kapasitas penumpang kendaraan sebanyak 50% dari kapasitas maximum kendaraan tersebut, peraturan tersebut merupakan tata tertib untuk kendaraan bermotor boleh berboncengan asalkan dalam satu kartu keluarga yang sama, sedangkan untuk kendaraan roda empat atau mobil dari kapasitas mobil tersebut 7 penumpang termasuk supir di pangkas menjadi 3 atau 4 penumpang saja termasuk sopir.

Akan tetapi diawal peraturan itu di tetapkan, masih banyak masyarakat yang sulit untuk mengikuti peraturan tersebut. Pemerintah pun memutuskan untuk memberi sanksi tegas untuk mereka yang tidak mematuhi peraturan di tengah wabah ini dan pemerintah menugaskan para aparat seperti satpol pp, kepolisian, dan juga TNI agar melakukan operasi di berbagai titik untuk menindak masyarakat yang tidak mematuhi peraturan yang telah di tetapkan. Sanksi yang diberikan bagi mereka yang tidak mematuhi peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah antara lain, sanksi sosial dan juga sanksi yang berupa denda.

Dilihat dari aspek lain, adanya wabah ini sangat berdampak bagi pendidikan. Pendidikan yang sistemnya adalah secara tatap muka diubah menjadi secara virtual atau secara online. Sistem pembelajaran online ini berdampak positif dan juga bedampak negatif bagi siswa/i maupun mahasiswa/i. Dampak positif yang dirasakan adalah waktu terasa lebih singkat, materi pembelajaran online dapat di pelajari dengan mudah dari berbagai media kemudian pendidikan Indonesia lebih maju karena adanya belajar online, dengan adanya pembelajaran daring ini pendidikan Indonesia lebih bervariatif.

Adapun Dampak negatif dari pembelajaran online ini ialah menghabiskan banyak kuota internet dan dengan adanya sistem pembelajaran online ini diperlukan kuota yang lebih banyak. Dampak negatif selanjutnya adalah materi pembelajaran yang sulit untuk dipahami karena situasi yang nyaman di lingkungan rumah bisa membuat para siswa semakin sulit untuk memahami apa yang disampaikan oleh gurunya.

Masa wabah virus ini juga berdampak dalam aspek pekerjaan, banyaknya perusahaan yang mengalami kerugian yang cukup besar dan berakibat buruk bagi para pekerjanya. Kerugian ini mengakibatkan banyaknya para pekerja di PHK oleh perusahaan-perusahaan yang mengalami kerugian. Hal ini juga berakibat pada perekonomian masyarakat, karena susahnya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bukan hanya itu, banyak juga oknum yang tidak bertanggung jawab karena memanfaatkan situasi demi keuntungan yang besar.
Dari sini kita telah mengetahui bahwa adanya virus yang melanda negara kita ini tidak boleh diremehkan, mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan dan saling mengingatkan adalah hal yang wajib kita lakukan.

Berbagai cara masyarakat lakukan agar dapat memenuhi kebutuhan, diantaranya keterampilan dalam mengkreasikan masker. Masker kini menjadi barang wajib yang harus kita pakai setiap saat. Mereka yang pandai menjahit mulai memodifikasi masker sebagus mungkin agar dapat menjadi sumber penghasilan di tengah masa pandemi. Seperti yang kita lihat bahkan kita pakai saat ini, berbagai motif yang bagus hingga model masker untuk yang berhijab pun sudah beredar dimana-mana tentunya dengan model yang menarik.

Oleh karena itu, tidak semua dampak dari adanya wabah virus corona ini negatif. Ada sisi positif bahkan menjadi sumber penghasilan yang tentunya tidak merugikan orang lain. Selain itu, menjadi tempat mengasah kemampuan, keterampilan dan kreativitas yang akan menjadi peluang untuk berpenghasilan di tengah wabah virus dan dikembangkan di masa yang akan datang.

(***)