SERANG – Pemerintah Provinsi Banten menilai sektor pertanian menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator, di antaranya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), pertumbuhan sektor pertanian, serta dukungan kebijakan pemerintah di bidang pangan dan pertanian.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat melepas kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) XVII KTNA di Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 20-25 Juni 2026. Pelepasan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (15/6/2026).
Dalam sambutannya, Andra mengatakan sektor pertanian mendapat perhatian lebih besar dari pemerintah pusat dalam dua tahun terakhir.
“Dunia pertanian kita mengalami sesuatu yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dua tahun terakhir, dunia pertanian kita mendapatkan perhatian yang sangat besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Andra.
Menurutnya, perhatian tersebut diwujudkan melalui sejumlah kebijakan strategis, mulai dari penetapan harga gabah, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan sawah yang dilindungi (LSD), hingga pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai daerah.
Andra menilai berbagai kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan kinerja sektor pertanian. Salah satu indikator yang digunakan adalah Nilai Tukar Petani (NTP), yang mencerminkan kemampuan tukar hasil produksi petani terhadap barang dan jasa yang mereka konsumsi maupun biaya produksi yang harus dikeluarkan.
“Alhamdulillah, NTP kita terus tumbuh. NTP Banten Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kemudian juga pertumbuhan sektor pertanian itu tumbuh positif,” ujarnya.
Meski demikian, NTP bukan satu-satunya ukuran kesejahteraan petani. Kondisi petani juga dipengaruhi faktor lain seperti luas kepemilikan lahan, harga komoditas, biaya produksi, akses pasar, hingga kondisi cuaca dan ketersediaan air untuk pertanian.
Selain kebijakan pemerintah pusat, Pemprov Banten juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penunjang aktivitas pertanian. Salah satunya melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang diarahkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan.
Menurut Andra, infrastruktur yang memadai dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar.
“Kami juga sedang membangun jalan usaha tani. Harapan kita adalah petani Provinsi Banten bisa menjadi tulang punggung perekonomian. Saya yakin pertanian akan maju bila terjamin ketersediaan air sepanjang musim dan didukung infrastruktur yang baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andra juga menyinggung pentingnya memperkuat kemandirian pangan daerah. Menurut dia, posisi geografis Banten yang berbatasan langsung dengan kawasan aglomerasi Jakarta menjadi peluang bagi sektor pertanian untuk berkembang karena tingginya kebutuhan pangan di wilayah tersebut.
Ia juga meminta peserta KTNA memanfaatkan ajang Penas XVII sebagai sarana belajar dan bertukar pengalaman dengan petani dari berbagai daerah di Indonesia.
“Penas ini saya titip pesan untuk diikuti secara sungguh-sungguh. Belajar di sana, manfaatkan kesempatan yang ada, dan kemudian implementasikan di Banten,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KTNA Provinsi Banten Oong Syahroni mengatakan keikutsertaan dalam Penas XVII KTNA di Gorontalo menjadi partisipasi ketujuh bagi Banten sejak provinsi tersebut terbentuk.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Banten mengirimkan 177 orang yang terdiri atas panitia provinsi dan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Menurut Oong, kontingen Banten dalam beberapa penyelenggaraan sebelumnya berhasil berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti Temu Tugas, Asah Terampil, Ujuk Tangkas, hingga Temu Teknologi.
“Kami mohon doa dan dukungan agar seluruh kontingen diberikan kesehatan, dapat menjalankan amanah sebagai duta daerah, menjaga nama baik Provinsi Banten, serta pulang membawa pengalaman dan prestasi yang membanggakan,” katanya.
Penas XVII KTNA dijadwalkan berlangsung pada 20-25 Juni 2026 di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 30 ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menjadi ajang silaturahmi nasional, kegiatan ini juga menjadi wadah pertukaran informasi, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan jejaring antarpelaku sektor pertanian dan perikanan.
Tim Redaksi
