Beranda Pemerintahan Perbaikan Jalan Bojong Pandeglang yang Putus Akibat Longsor Butuh Rp400 Juta

Perbaikan Jalan Bojong Pandeglang yang Putus Akibat Longsor Butuh Rp400 Juta

Tim DPUPR Pandeglang meninjau jalan desa yang putus tergerus longsor. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG — Akses utama menuju Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, putus total sepanjang sekitar 50 meter akibat longsor. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang memperkirakan perbaikan membutuhkan anggaran sekitar Rp400 juta.

Jalan di Desa Geredug tersebut merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Bojong dengan Kecamatan Saketi. Putusnya jalur itu memaksa warga mencari akses alternatif melalui Desa Sodong, Kecamatan Saketi.

Longsor terjadi, Minggu (4/10/2026) dini hari. Air dari saluran irigasi yang bocor mengalir ke badan jalan dan terus mengikis tanah hingga badan jalan ambruk.

Tim teknis DPUPR Pandeglang sudah turun ke lokasi untuk mengecek kerusakan sekaligus menghitung kebutuhan penanganan.

Kabid Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisduwan mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan karena jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat.

“Laporannya kemarin dan hari ini langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lokasi jalan longsor. Kita usahakan secepatnya dilakukan penanganan karena memang akses utama,” kata Andrian, Rabu (7/10/2026).

Hasil pengecekan awal menunjukkan kebutuhan anggaran perbaikan mencapai sekitar Rp400 juta.

“Anggaran untuk penanganan jalan longsor kurang lebih Rp400 juta-an,” ujarnya.

Andrian mengatakan, DPUPR mengupayakan penanganan melalui APBD Perubahan 2026. Namun, pelaksanaan perbaikan masih menunggu kesiapan anggaran dan tahapan penanganan.

Camat Bojong, Furkon menegaskan, jalan tersebut memiliki fungsi vital bagi warga karena menjadi penghubung utama Bojong dan Saketi.

“Menghubungkan antara Kecamatan Bojong dengan Kecamatan Saketi. Yang mengalami putus kurang lebih sepanjang 50 meter karena longsor,” kata Furkon.

Menurut Furkon, kebocoran saluran irigasi menjadi pemicu longsor. Air terus menggerus tanah hingga badan jalan kehilangan penopang.

“Jadi, kejadian hari Minggu, subuh. Itu kayaknya air irigasi masuk ke situ, bocor lama-lama tanah badan jalan kebawa arus,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Tangerang Bakal Implementasi Potensi Smart City

Putusnya jalan kini mengganggu aktivitas warga, termasuk akses menuju sekolah dan Kantor Kecamatan Bojong. Warga harus menempuh jalur lebih jauh melalui Desa Sodong, Kecamatan Saketi.

“Itu merupakan jalan utama, satu-satunya. Untuk akses menuju sekolah dan kantor kecamatan, maka warga harus muter arah lebih jauh ke Desa Sodong, Kecamatan Saketi,” kata Furkon.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd