Beranda Hukum Penyelundupan Narkoba Meningkat, Mayoritas Dikirim Melalui Ekspedisi

Penyelundupan Narkoba Meningkat, Mayoritas Dikirim Melalui Ekspedisi

361
0
Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Tantan Sulistiana. (Alwan/bantennews.co.id)

TANGERANG – Kasus peredaran narkoba di Provinsi Banten mengalami peningkatan secara kualitas. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Brigjen Pol. Tantan Sulistiana saat dikonfirmasi oleh Bantennews.co.id,  Selasa (7/7/2020).

Tantan mengatakan, Banten terbilang rawan menjadi jalur, tempat edar, dan transit narkotika yang akan dikirim ke Jakarta dan beberapa kota besar lainnya. Hal tersebut harus menjadi pemicu untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pada masa pandemi Covid-19, lanjut Tantan, distribusi narkotika bahkan dilakukan melalui jalur-jalur logistik, jalur kesehatan, termasuk jalur ekspedisi. Dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2020 sebanyak 463 kilogram berhasil diamankan setelah sebelumnya hendak diselundupkan melalui jalur ekspedisi.

“Kasus-kasus yang belakangan kami tangani yakni dua kasus ganja yakni 100 kilogram dan 50 kilogram yang dikirim dari Aceh melalui jalur pengiriman paket atau ekspedisi. Mereka menyamarkannya dengan buah manisan pala dan asem jawa, satu kasus pengiriman ganja 298 kilogram dikirim bersamaan dengan pengiriman alpukat serta satu kasus 15 kilogram ganja dikirim dari aceh melalui jalur pengiriman paket dengan gunakan transportasi bis,” ungkapnya.

Ia mengaku terus berupaya memberantas peredaran gelap narkotika di Provinsi Banten. Ia bahkan telah membentuk jaringan informasi di pintu-pintu masuk dan titik rawan jalur pengiriman narkotika. “Tentu perlu partisipasi masyarakat dan berbagai pihak lainnya juga untuk menangani peredaran narkoba,” pungkasnya. (Tra/Wan/Red)