Beranda Pendidikan Penyederhanaan Kurikulum Jadi Senjakala Pendidikan Sejarah

Penyederhanaan Kurikulum Jadi Senjakala Pendidikan Sejarah

757
0
Ilustrasi - foto istimewa initu.id

SERANG – Asosisasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Banten mendukung petisi “Kembalikan posisi mata pelajaran sejarah sebagai mapel (mata pelajaran) wajib bagi seluruh anak bangsa” yang digagas Pengurus Pusat AGSI.

Petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo ini dipicu adanya dokumen Sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum Asesmen Nasional yang sudah beredar di masyarakat.

Pada Petisi yang telah ditandatangani hampir 15.000 orang ini, AGSI menuntut agar mata pelajaran sejarah di tempatkan dalam struktur kurikulum kelompok mata pelajaran dasar/umum yang wajib diajarkan kepada seluruh anak bangsa di semua tingkatan kelas (X, XI, XII) dan semua jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK/MA/MAK).



“AGSI Banten berkeyakinan bahwa mata pelajaran Sejarah adalah media yang paling ampuh untuk memperkuat jatidiri dan karakter manusia, ia juga merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia. Sedangkan Guru Sejarah adalah ujung tombak sekaligus benteng dari peradaban,” kata Ketua AGSI Provinsi Banten, Abdul Somad melalui siaran tertulis kepada BantenNews, Minggu (20/9/2020).

Ia menjelaskan bagaimana memori kolektif kita sebagai sebuah bangsa dan nilai-nilai positif yang terkandung didalamnya ditransformasikan melalui pembelajaran serta keteladanan diruang-ruang kelas.

Mewakili guru-guru Sejarah di Provinsi Banten, AGSI Banten meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak merealisasikan rancangan penyederhanaan kurikulum tersebut, khususnya terkait mata pelajaran sejarah; sejarah di tempatkan dalam struktur kurikulum kelompok mata pelajaran dasar/umum yang wajib diajarkan kepada seluruh anak bangsa di semua tingkatan kelas (X, XI, XII) dan semua jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK/MA/MAK); mengembalikan jam mata pelajaran Sejarah Indonesia di jenjang SMK.

(You/Red)